Sebelum Jadi Hotel, Bangunan ini Sempat Jadi Gudang Senjata

Hotel Kartika Wijaya Batu (Foto : Hezza Sukmasita/MalangTimes)
Hotel Kartika Wijaya Batu (Foto : Hezza Sukmasita/MalangTimes)

Menjadi villa keluarga bagi Martyrose Ter Martin Sarkies di masa Kolonial, ternyata bangunan tua peninggalan Sarkies family ini sempat mengalami beberapa kali alih fungsi bangunan sebelum akhirnya benar-benar dimanfaatkan sebagai Hotel Heritage Kartika Wijaya.

Villa peristirahatan milik ayah Lucas Martein Sarkeis ini pernah dijual kepada keluarga China keturunan Belanda Tjoa Tjwan Gie pada tahun 1931. Tjoa Tjwan Gie adalah seorang pengusaha Outobus P.O BOM (Omsgieving Matskapij).

Setelah itu, bangunan eksotis ini sempat menjadi rumah pengobatan alternatif oleh Sosrokartono dan RM Sapujagad. “Ruangan yang saat ini jadi ruang operator dulu adalah ruang praktiknya. Sedangkan lobi adalah sebagai ruang tunggu. Sedangkan bagian kanan dan kiri bangunan adalah pabrik tenun tradisional,” jelas FO Manager and Marketing Manager Kartika Wijaya Heritage Hotel Tovid Agus Ivandi.

Seiring dengan berjalannya waktu, bangunan ini diambil alih Jepang saat zaman penjajahan Jepang. Keluarga Tjoa pun pergi meninggalkan Kota Batu. Saat itu, bangunan yang terletak di Jalan Panglima Sudirman 127 Batu ini kemudian dijadikan kamp intenir orang-orang Belanda di Batu. “Sempat juga jadi markas tentara Belanda saat agresi militer ke II,” ujar Tovid.

Untuk diketahui, setelah Agresi Militer II diketahui ruang bawah tanah Hotel Kartika Wijaya yang terletak tepat di bawah lobi merupakan tempat persembunyian dan tempat penyimpanan senjata.

Terakhir, villa keluarga Sarkies ini dimanfaatkan oleh Kodam V Brawijaya dan dikukuhkan sebagai milik tentara berdasarkan surat keputusan tertanggal 16 Juli 1973 bernomor No. Skep/144-4/VIII/1973. Bangunan ini kemudian dikelola oleh PUSKOPAD A DAM V Brawijaya berdasarka surat keputusan bernomor No. Skep/26/XII/1985 pada 23 Desember 1985.

Tidak berhenti sampai di situ, berdasarkan SK tersebut PUSKOPAD A DAM V Brawijaya menjalin kerjasama dengan PT Kartika Indah Malang. Dari sinilah pembangunan dan alih fungsi bangunan menjadi hotel dimulai dan diberi nama Hotel Kartika Wijaya yang kemudian diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur Wahono pada 18 November 1986.

Cucu Martyrose Ter Martin Sarkies Lucas Martin sempat berkunjung ke bangunan peninggalan kakeknya pada Desember 1996 lalu. Bahkan, dia sempat meneteskan airmata saat menginjakkan kaki peninggalan kakeknya yang masih kokoh berdiri.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
  • Pacu Guru di Malang Menulis Sebulan Satu Buku

    Budaya membaca dan menulis memang belum jadi milik bangsa ini. Tetapi bukan berarti budaya literasi tidak digalakkan. Seperti pemandangan di aula Dinas Pendidikan Kota Malang pada Minggu (21/1/2018). Sekitar 100 guru sekolah dasar (SD) Kota Malang tampak

  • Banleg DPRD Kabupaten Malang: Bukan Soal Kuantitas, tapi Kualitas kalau Bicara Prolegda

    Sebanyak 14 Rencana Peraturan Daerah (Raperda) yang masuk dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) Kabupaten Malang tahun 2018 jangan sekadar dilihat segi kuantitasnya saja. Tapi juga wajib dilihat kualitas dan relevansinya terhadap masyarakat Kabupaten

  • Minim Sumbang PAD, Terminal Gondanglegi Rencana Jadi Terminal Wisata

    Keberadaan beberapa terminal di wilayah Kabupaten Malang serupa hidup enggan mati tak mau. Hal ini didasarkan pada kontribusi terminal yang nyaris tidak berfungsi optimal dikarenakan kendaraan umum yang melayani masyarakat dalam kota terbilang sepi aktivi

  • Malang Siapkan Ini untuk Jadi Kiblat Fashion 2018

    Bicara soal mode, Kota Malang mungkin belum setenar ibu kota Jakarta atau Bandung. Tetapi industri fashion Bhumi Arema tak bisa dianggap sebelah mata.

  • Geber Periksa Mantan Ketua DPRD Kota Malang, KPK Incar Tersangka Baru?

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI terus mendalami kasus dugaan rasuah perubahan APBD Kota Malang. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru dalam kasus yang melibatkan sejumlah pimpinan instansi pemerintahan itu.

  • Janda Satu Anak Pilih Gantung Diri

    Diduga frustrasi, seorang janda beranak satu asal Desa Tawang Rejeni, Kecamatan Turen, mengambil jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya. Yaitu gantung diri dengan melilitkan kain panjang warna hijau yang biasa digunakan sebagai kudung ke lehernya sendir

  • Tahan Imbang Arema FC, Aji Santoso Senang Pasukan Mudanya Tak Minder

    Raut wajah sumringah ditunjukkan pelatih Persela Lamongan Aji Santoso. Aji senang karena pasukannya mampu menahan imbang Arema FC di Stadion Gajayana. Dia mengacungi jempol bagi para pemain mudanya karena tak minder walaupun harus berduel skuad yang punya

  • 7 Karoseri Ini Mendunia, dari Malang Mendominasi

    Reparasi bodi mobil di luar brand-brand kenamaan bisa dibuat di sebuah karoseri. Karoseri merupakan tempat yang menjual jasa pembuatan bodi mobil beserta interiornya, di atas chassis dan mesin yang diproduksi oleh pabrik lainnya.

  • Cara Menyehatkan Pedagang, Disperindag Kabupaten Malang Adakan Baksos Pengobatan Gratis

    Kabupaten Malang memiliki 34 pasar daerah dengan ribuan pedagang di dalamnya. Keberadaan para pedagang tersebut menjadi aset bagi Pemerintah Kabupaten Malang dalam menggerakkan perekonomian.

  • Inilah Lima Film Nasional Terhits yang Mengambil Lokasi Syuting di Malang Raya

    gai kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya menawarkan banyak keunggulan. Termasuk pernah menjadi bagian dari setting lokasi film-film nasional. Inilah film-film nasional terhits yang pernah mengambil setting lokasi di Malang.

  • Misteri Pantai Goa China, Hati-Hati dengan Yang Nomor Empat

    Pantai Goa Cina merupakan salah satu pantai penuh pesona di Kabupaten Malang. Letaknya ada di Dusun Tumpak Awu, Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan.

  • Kelabui Leasing, Warga Batu Ini Palsukan Data Kredit Motor

    Rencana Sutedjo (52), warga Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu, untuk mengelabui petugas leasing dengan cara memalsukan dokumen tak berjalan mulus. Malah Sutedjo diciduk Polres Batu usai menyelidiki kasus tersebut.

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top