5 Tugu Bersejarah Ini Bukti Kehebatan Bangsa Indonesia. Salah Satunya Ada di Kota Malang

ilustrasi : malangtimes
ilustrasi : malangtimes

Indonesia adalah negara yang kaya akan sejarah berkat rakyatnya yang patriotis dan pantang menyerah.

Peristiwa-peristiwa bersejarah tersebut oleh Bangsa Indonesia diabadikan dalam bentuk Tugu atau Monumen sebagai warisan untuk anak cucu agar tak melupakan Monumen.

Berikut lima tugu yang menjadi bukti kehebatan Bangsa Indonesia. Salah satunya, ada di Kota Malang. 

1. Monumen Nasional

Monas adalah ikon ibu kota Indonesia, Jakarta. Menara yang diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1961 ini terletak di Jakarta Pusat.

Dengan tinggi 132 meter, bentuk bangunannya sangat unik yakni ; lingga yoni sebagai simbol kesuburan dan di puncak menaranya terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton serta dilapisi emas 35 kg.

Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan. Bangunan ini menambah keindahan Kota Jakarta dan selalu ramai dikunjungi wisatawan.

Pengunjung bisa naik ke lantai atas Monas dengan menggunakan lift. Dari atas kamu bisa melihat hampir seluruh pelosok Jakarta sekaligus belajar tentang bukti-bukti sejarah perjuangan nenek moyang kita.


2. Tugu Khatulistiwa

Tugu Khatulistiwa merupakan ikon Kota Pontianak yang memiliki tinggi 15,25 meter. Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument ini berada di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Propinsi Kalimantan Barat.

Dibuat pada tahun 1990, dilengkapi kubah untuk melindungi tugu asli di dalamnya yang telah dibuat pada tahun 1928.

Jadi bangunan tugu yang dibuat tahun 1990 adalah bangunan duplikat yang besarnya 5 x dari tugu asli dan berfungsi sebagai pelindungnya. 

Tugu ini terletak di garis khatulistiwa yang membelah Bumi menjadi dua bagian, Utara dan Selatan.

Pada saat terjadinya titik kulminasi matahari, yakni ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa bayangan tugu dan bayangan orang serta benda-benda di sekitar tugu akan menghilang beberapa detik.

Peristiwa titik kulminasi Matahari itu terjadi setahun dua kali, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September.

3. Tugu Yogya

Tugu Jogja merupakan landmark Kota Yogyakarta yang paling terkenal. Monumen ini berada tepat di tengah perempatan Jalan Pangeran Mangkubumi, Jalan Jendral Soedirman, Jalan A.M Sangaji dan Jalan Diponegoro.

Tugu Jogja yang berusia hampir 3 abad memiliki makna yang dalam sekaligus menyimpan beberapa rekaman sejarah Kota Yogyakarta.

Tugu Jogja kira-kira didirikan setahun setelah Kraton Yogyakarta berdiri. Pada saat awal berdirinya, bangunan ini secara tegas menggambarkan Manunggaling Kawula Gusti, semangat persatuan rakyat dan penguasa untuk melawan penjajahan.

Semangat persatuan atau yang disebut golong gilig itu tergambar jelas pada bangunan tugu, tiangnya berbentuk gilig (silinder) dan puncaknya berbentuk golong (bulat), sehingga disebut Tugu Golong-Gilig.

Secara rinci, bangunan Tugu Jogja saat awal dibangun berbentuk tiang silinder yang mengerucut ke atas.

Bagian dasarnya berupa pagar yang melingkar sementara bagian puncaknya berbentuk bulat. Ketinggian bangunan tugu pada awalnya mencapai 25 meter.

Semuanya berubah pada tanggal 10 Juni 1867. Gempa yang mengguncang Yogyakarta saat itu membuat bangunan tugu runtuh.

Bisa dikatakan, saat tugu runtuh ini merupakan keadaan transisi, sebelum makna persatuan benar-benar tak tercermin pada bangunan tugu.


4. Tugu Pahlawan

Tugu Pahlawan adalah ikon Kota Surabaya. Tugu Pahlawan dibangun untuk memperingati peristiwa Pertempuran 10 November 1945, pada saat itu arek-arek Suroboyo berjuang melawan pasukan Sekutu yang datang bersama Belanda.

Monumen yang memiliki tinggi 45 meter ini diresmikan pada 10 November 1952. Gedung ini berada di bekas reruntuhan pusatnya gerakan pemuda (PTKR = Polisi Tentara Keamanan Rakyat pimpinan Hasanudin Pasopati dan N. Suharyo Kecik).

Sebelumnya tempat itu juga pernah menjadi gedung Raad van Justitie (gedung pengadilan) pada zaman Nederlands Indië, dan pada zaman Nippon menjadi markas Kenpeitai.

Tugu Pahlawan ini mempunyai 10 lengkungan pada badannya yang melambangkan tanggal 10. Sedang 11 bagian di atasnya mengandung pengertian bulan ke 11 (November).


5. Tugu Alun-Alun Bunder Kota Malang

Hasil gambar untuk tugu malang

Salah satu landmark Kota Malang ini dikenal sebagai Alun-Alun Bunder karena bentuknya yang melingkar.

Cikal bakal taman Alun-Alun Bunder ini dibangun pada masa kekuasaan Belanda, sebelumnya bernama taman JP Coen Plein.

Monumen Tugu dibangun kembali oleh Pemerintah Kota Malang dan diresmikan lagi oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno pada tanggal 20 Mei 1953.

Tugu tersebut sekaligus sebagai penanda bahwa rakyat Malang tidak mau lagi berada di bawah pemerintahan asing lagi.

Alun-alun Tugu sarat dengan filosofi dan arti yang dalam yaitu Monumen Tugu yang berada di tengah melambangkan pusat untuk kelima penjuru arah.

Monumen Tugu juga memiliki arti tersendiri, mulai dari puncak monumen yang berbentuk bambu tajam yang melambangkan bambu runcing sebagai senjata yang digunakan bangsa Indonesia untuk mengusir penjajah, rantai yang menggambarkan persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia yang tidak dapat dipisahkan oleh penjajah.

Makna lainnya terdapat pada bintang yang mempunyai 17 pondasi dan 8 tingkat, serta tangga yang berbentuk 4 dan 5 sudut. Kombinasi angka ini melambangkan tanggal kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945.

Sementara itu, bunga teratai yang berwarna merah dan putih yang berada di kolam sekeliling Tugu melambangkan keberanian dan kesucian, sesuai dengan warna bendera Indonesia.

Kini, Alun-alun Tugu menjelma menjadi sebuah taman cantik dengan hiasan bunga di sekelilingnya dan teratai cantik di dalam kolam yang mengitari tugu serta pohon trembesi yang menjadi ikon Kota Malang.

Pagar kokoh pun sekarang mengelilingi alun-alun yang juga menjadi destinasi wisata bagi keluarga ini.

Sebagai bangsa yang besar kita harus selalu menghormati dan mengenang jasa para pahlawan kita, mempelajari sejarah adalah salah satu cara untuk tetap menjaga kelangsungan bangsa ini. Tetaplah jaya, Indonesiaku!

Pewarta : Ira Pudjosakti
Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
  • Alokasikan Rp 1 Miliar, Dinsos Kabupaten Malang Kuatkan Program Bantuan Penderita Cacat

    Data 2015 yang tercatat di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Malang, penderita atau penyandang cacat (paca) sebanyak 11.997 orang. Para paca ini tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Malang dengan berbagai kasus yang dideritanya. Semisal tunarungu, tunanet

  • Komunitas Patrol Se-Malang Raya Rayakan HUT Kemerdekaan

    Komunitas patrol pun tak ketinggalan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-72 Republik Indonesia. Kereta Musik Putra Naga sebuah komunitas patrol pertama di Kota Malang menggelar tasyakuran dan gebyar seni di Lapangan Gudang Jalan Putra Yudha Sukun Malang,

  • Toyota Masih Sangat Percaya Diri Hadapi Pesaing di Kelas MPV

    Di antara berbagai segmen yang ada, Mobil Multi Purpose Vehicle (MPV) adalah produk paling laku di Indonesia. Beberapa pabrikan, mengisi segmen ini dengan berbagai keunggulan. Namun tetap, produk terlaris masih dikuasai Toyota Avanza.

  • Musim Karnaval, Agar Tak Terkena Macet Simak Jadwal Berikut

    Pada 19 Agustus jadwal karnaval di Kalirejo - Kalipare, Plaosan - Wonosari, Kec. Kalipare, Rejosari - Bantur, Sitiarjo - Sumawe, Kanigoro - Pagelaran Peniwen - Kromengan, Bedali/Sukorejo - Gondanglegi, Sengguruh - Kepanjen.

  • Desain Simpel, Produk Lokal Ini Jadi Favorit Cewek Malang

    Ngomongin soal produk fesyen biasanya anak muda cenderung gengsi pakai produk dalam negeri. Eits, enggak semua kawula muda menyukai produk luar negeri kok. Buktinya cewek-cewek di Malang ini.

  • Mahasiswi Baru Jurusan Seni, Nih Gaya Nyentrik ke Kampus ala Desainer Malang

    Halo mahasiswa! Masih soal gaya busana untuk kamu yang baru memasuki dunia kampus nih. Kalau sebelumnya kita bahas gaya kasual buat mahasiswi jurusan bahasa dan sastra, nih giliran kamu anak seni.

  • DPRD Kota Malang Sahkan Dulu Perda Kenaikan Gaji, Lainnya Menunggu

    Proses legislasi di DPRD Kota Malang baru berjalan kembali akhir minggu ini. Setelah selama dua minggu terbengkalai akibat proses penyidikan tim antirasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),

  • Gethuk Sebut Semua Pemain Arema Terbaik

    Pemain Arema FC bermain cukup baik pada laga melawan Persiba Balikpapan, Jum'at (18/8/2017) sore kemarin. Namun pelatih Joko 'Gethuk' Susilo tidak mau menentukan siapa pemain terbaik di dalam skuadnya. Ia berdalih seluruh pemain mampu menunjukkan yang ter

  • Yakin Tidak Bersalah, PKB Tetap Usung Abah Anton pada Pilwali 2018

    Peta politik jelang Pilkada Kota Malang memang belum jelas terlihat akan dimenangkan oleh siapa. Hanya saja, beberapa indikasi kecenderungan partai dengan siapa mereka akan melakukan koalisi perlahan mulai muncul ke permukaan.

  • Giliran Aurel Anang Hermansyah Buka Usaha Kuliner di Malang

    Kota Malang rupanya menjadi magnet tersendiri bagi artis ibu kota untuk membuka bisnis kuliner. Setelah Teuku Wisnu dengan Malang Studel dan Farah Quinn dengan Queen Apple, kini giliran Aurel Hermansyah, putri sulung penyanyi Anang Hermansyah, yang mencob

  • Pasca Digerebek KPK, akankah Peta Politik Pilwali Malang 2018 Kembali ke Titik Nol??

    Penggerebekan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pemkot Malang pada Rabu (9/8/2017) lalu bak petir menyambar yang membuat semua orang di Kota Pendidikan ini terperanjat.

  • Paskibra Asal Malang Ini Manis dan Trendi, Siapa Dia?

    Nanda Glory Kristalia. Gadis asal Malang itu pernah merasakan haru dan bangga kala dipercaya sebagai pembawa bendera Merah Putih. Ia bertugas sebagai Paskibra Kota Malang pada 2014 silam.

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top