Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ruang Mahasiswa

Wow, Lima Mahasiswa UB Ini Membuat Plastik Berbahan Kulit Pisang

Penulis : Dyah Susanti - Editor : Redaksi

19 - May - 2017, 06:28

Placeholder
Plastik berbahan kulit pisang karya lima mahasiswa Universitas Brawijaya Malang (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Meningkatnya penggunaan plastik sebagai kemasan pada skala industri maupun rumah tangga berkorelasi dengan makin tingginya kerusakan lingkungan.

Baca Juga : Mahasiswa di Malang Kritik Aksi Perusak Lingkungan Lewat Lukisan

Inilah yang melatarbelakangi kelima mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (TIP) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya membuat inovasi plastik ramah lingkungan berbahan kulit pisang.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Rizki Septian Candra K. (TIP 2013), Himawan Auladana (TIP 2013), Sellyan Lorenza Orlanda Putri (TIP 2015), Abis Rinaldi (TIP 2015) dan Neno Retnowati C.  (TIP 2014) yang menginovasi produk BIOKUPING (Bio Plastik Kulit Pisang). 

Rizki Septian Candra K mengatakan sebenarnya proses pembuatan BIOKUPING ini relatif sederhana. Kulit pisang yang telah mengalami proses penepungan akan mendapat tambahan gliserol dan chitosan.

Gliserol ini merupakan unsur pembentuk plastik sementara chitosan adalah unsur penguat plastik. Setelah itu ditambahkan bakteri sebagai pendegradasi dan biotin sebagai nutrisi bagi bakteri tersebut. 

“Perbedaan produk kami dengan produk plastik yang beredar di pasaran adalah adanya unsur bakteri dan biotin tersebut. Sebab tambahan unsur ini akan mempercepat proses penguraian plastik sehingga lebih ramah lingkungan,” papar Rizki. 

Ditambahkan, salah satu jurnal pendidikan dan penelitian menyebutkan bahwa kulit pisang adalah limbah pertanian yang belum diolah secara optimal.

Padahal keberadaannya sangat melimpah di negara tropis terutama Indonesia, karena ada banyak industri pengolahan buah pisang seperti keripik pisang dan produk selai.

Jurnal tersebut juga memaparkan bahwa kulit pisang memiliki kandungan pati yang cukup tinggi yaitu 27% -30%. Pati inilah yang dapat dimanfaatkan menjadi bahan plastik.

Baca Juga : FSP Moodier, Inovasi Parfum Karya Mahasiswa UM dengan Wadah Fidget Spinner

"Saat ini kami telah bekerja sama dengan UKM Kripik Pisang di daerah Gondanglegi, Malang Selatan untuk memanfaatkan limbah kulit pisang mereka yang selama ini hanya dibiarkan terbuang begitu saja. Kapasitas produksi mereka yang mencapai 100-200 kilogram pisang per hari mengakibatkan limbah kulit yang cukup banyak. Ini yang kami sayangkan,” jelas Rizki.

Oleh karena itu, pihaknya berharap inovasi ini dapat membantu menyelamatkan lingkungan yakni mengurangi penggunaan plastik yang lambat terurai sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi limbah kulit pisang. 

Berdasarkan uji laboratorium selama 22 hari, proses degradasi produk plastik ramah lingkungan BIOKUPING mencapai 75%.

Padahal produk plastik umumnya membutuhkan waktu selama ratusan tahun untuk dapat terdegradasi dengan persentasi yang sama.

Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa ketahanan BIOKUPING terhadap beban setara dengan produk plastik sintesis yang saat ini beredar di pasaran.

Ke depan tim berharap produk plastik ramah lingkungan BIOKUPING yang telah mendapatkan paten ini dapat dimanfaatkan secara luas di masyarakat. 


Topik

Ruang Mahasiswa mahasiswa-Teknologi-Industri-Pertanian-Brawijaya BIOKUPING-Bio-Plastik-Kulit-Pisang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Dyah Susanti

Editor

Redaksi