Wali Kota Malang, Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Wali Kota Malang, Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)



MALANGTIMES - Memiliki banyak destinasi wisata, tak menjadikan Kota Malang berdiam diri. Apalagi dengan dikenal juga sebagai Kota Pendidikan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kini bakal memfokuskan pada industri kreatif.

Industri kreatif yang dikembangkan yakni bidang aplikasi TI (Teknologi Informasi) dan kuliner (makanan - minuman) dari aekitar 16 sub sektor fokus nasional.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan kedua bidang tersebut dinilai yang paling cocok dengan kondisi dan kebutuhan yang dimiliki di Kota Malang. Dinana potensi ini tidak dimiliki ileh daerah lain. 

"Fokus kita pada pengembangan industri kreatif dan kuliner itu dulu," ujar dia.

Mengingat banyaknya warga luar jawa hingga luar negeri yang melanjutkan jenjang pendidikannya di Malang, maka bisa dikatakan tidak cukup hanya untuk berwisata ketika mengunjungi kota ini.

"Karena sebagai Kota Pendidikan, animo anak - anak se-Indonesia untuk memilih pendidikannya sekarang di Malang, kemudian Bandung, baru Yogyakarta. Mereka banyak yang dari luar jawa bahkan luar negeri, ketika datang kesini tidak mungkin hanya berwisata saja pasti juga ingin menikmati kulinernya," imbuhnya.

Hal itu juga mengacu pada era revolusi industri 4.0, dimana pengembangan dunia industri kreatif dinilai akan bisa mewadahi kaum muda yang memiliki potensi lebih. 

Sehingga penguatan - penguatan dibidang kreatif akan berimbas pada pergerakan ekonomi mikro.

"Kita memili komunitas start-up yang menghasilkan kreatifitas anak muda. Kita berharap nantinya juga bisa menanggulangi pengangguran terbuka yang selama ini diisi oleh anak - anak muda, dimana keterampilan mereka bisa tersalurkan di wadah ini ini nantinya," pungkas dia.

End of content

No more pages to load