Suasana di Bandara Abd Saleh, Malang, Jawa Timur (MTVN/Aditya Mahatva Yodha)

Suasana di Bandara Abd Saleh, Malang, Jawa Timur (MTVN/Aditya Mahatva Yodha)



MALANGTIMES - Pemerintah pusat telah menetapkan tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB) baru untuk tiket pesawat per 15 Mei 2019 lalu. Berdasarkan pantauan MalangTIMES, sejumlah maskapai penerbangan yang menuju dan dari Bandara Abdulrachman Saleh Malang sudah menurunkan harga tiket pesawat. Meskipun, saat ini telah memasuki H-10 Hari Raya Idul Fitri 2019. 

Untuk jadwal keberangkatan besok (Selasa, 28/5/2019) atau H-9 Lebaran, harga tiket pesawat sejumlah maskapai penerbangan terpantau tak melebihi TBA yang ditetapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Seperti diketahui, aturan soal TBA dan TBB itu tercantum dalam Keputusan Menteri (KM) Perhubungan No 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal dalam Negeri.

Untuk rute Malang-Jakarta (Cengkareng), TBA ditetapkan Rp 1,898 juta dan TBB Rp 664 ribu. MalangTIMES merangkum harga-harga tiket yang ditawarkan maskapai penerbangan melalui situs Google Flights. Maskapai Garuda mematok harga Rp 1.333.400, Sriwijaya Air Rp 1.206.400, Lion Air Rp 1.074.400 dan Citilink Rp 1.140.400.

Sementara untuk rute Malang-Jakarta (Halim Perdanakusuma), TBA ditetapkan Rp 1,865 juta dan TBB Rp 653 ribu. Maskapai Citilink mematok harga Rp 1.121.700 dan Batik Air Rp  1.162.400. 

Untuk rute Malang-Bandung, TBA ditetapkan Rp 1,702 juta dan TBB Rp 596 ribu. Maskapai Batik Air mematok harga Rp 1.462.200 dan Wings Abadi Airlines Rp 1.797.700 masing-masing dengan sekali transit. Serta dari Lion Air Rp 3.493.400 dengan dua kali transit. 

TBA untuk Malang-Denpasar ditetapkan Rp 1,148 juta dan TBB Rp 402 ribu. Maskapai Wings Abadi Airlines memasang harga Rp 883 ribu untuk penerbangan langsung. Sementara Lion Air Rp 2.159.600 daa Batik Air Rp 2.512.700 masing-masing sekali transit. 

Dilansir oleh CNBC, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menjelaskan isu mengenai tiket pesawat mahal tidak membuat pesawat sepi peminat. Hal yang terjadi malah sebaliknya. "Justru naik. Dari laporan prediksi AP II ada kenaikan pergerakan 1,5 persen dari penumpang 3 persen. Beberapa hari ini akan ada pertumbuhan jumlah penumpang yang semula itu 1.300 take off-landing menjadi 1.470 take off-landing per hari," ujarnya.

End of content

No more pages to load