Pesan Inspirasif Revousi Mental Kiai Haedar

Feb 16, 2022 09:19
Anwar Hudijono
Anwar Hudijono

“Harapan kami Iran akan menjadi kekuatan bersama seluruh negara Islam sebagai representasi dari Islam yang membawa kemajuan perdaban dunia sekaligus menjadi sampel atau uswah hasanah dari peradaban Islam dunia. 

“Yang terakhir, kami harapkan khusus dengan Indonesia dan Muhammadiyah, Republik Islam Iran terus meningkatkan kerja sama, baik kerja sama bilateral maupun kerja sama dengan masyarakat Islam indonesia, khususnya dalam dunia pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.”

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah KH Prof Dr Haidar Nashir menyampaikan hal di atas pada saat mengucapkan selamat Hari kebangsaan Republik Islam Iran ke-43 tanggal 11 Februari 2022.

Pada arah ke luar (outward), pesan Haidar ini ke luar meneguhkan jalinan hubungan yang baik antara Muhammadiyah dengan Iran. Nisbah (titik temu) hubungan Iran-Muhammadiyah adalah pada asas Islam yang berkemajuan.

Nisbah inilah yang membuat keduanya tidak pernah terlibat polemik khilafiyah. Sangat sadar polemik  khilafiyah dengan topik-topik yang terjadi sudah lebih seribu tahun hanya menguras energi. Membuat Islam menjadi jumud  atau mandek.

Islam yang jumud itu ibarat naik dermolen. Bergerak memang tetapi hanya di tempat. Dan yang suka naik dermolen itu biasanya anak-anak. Maka yang hobi polemik khilafiyah itu yang pada dasarnya berada di alam pikiran kanak-kanak meski secara fisik sudah jenggot-jenggotan.

Ke arah dalam (inward) Indonesia, khususnya Muhammadiyah, pesan Kiai Haidar ini memberi inspirasi revolusi mental. Membangun kesadaran eksistensial umat Indonesia sebagai bagian dari Islam dunia. Diituntut untuk bisa memberikan konstribusi signifikan terhadap kemajuan pembangunan peradaban dunia yang dirasai, dijiwai, dipandu oleh nilai-nilai Islam. 

 

Topik
Anwar Hudijono

Berita Lainnya

Berita

Terbaru