Sarapan Pagi

Jan 16, 2022 08:51
Penulis, Noor Shodiq Askandar - Wakil Rektor 2 Unisma, Ketua PW LP Maarif NU Jawa Timur dan Ketua KPEU MUI Jawa Timur
Penulis, Noor Shodiq Askandar - Wakil Rektor 2 Unisma, Ketua PW LP Maarif NU Jawa Timur dan Ketua KPEU MUI Jawa Timur

JATIMTIMES - Setelah beberapa bulan vakum untuk menulis, kini keinginan untuk istiqomah membuat karya itu muncul kembali. Rasanya seperti ada yang kurang dalam hidup ini, tanpa upaya untuk mengungkap apa yang terfikir.  Menulis seperti sayur yang melengkapi setiap butir nasi yang kita konsumsi. Akan terasa hambar, jika kemudian salah satu diantara keduanya tertinggal. Apalagi kemudian hilang tak berbekas

Kini tulisan itu saya namai SARAPAN PAGI yang kami artikan sebagai Secercah harapan persembahan bagimu negeri. Sengaja saya pilih nama ini, sebagai simbul untuk menumbuhkan optimisme di tengah berbagai guncangan yang terkadang membuat kita menjadi lemah kurang berdaya. Bahkan lebih dari itu, merasa tidak punya daya lagi. 

Dahulu tulisan saya beri judul NGOPI PAGI, singkatan dari Ngolah Pikir Persembahan bagimu negeri. Tulisan yang mengungkap banyak hal yang terkadang tidak terfikirkan, termasuk aktivitas belajar agar hidup ini menjadi bermanfaat bagi orang lain. Hal ini sebagaimana hadits Rasulullah saw. Yang manyatakan bahwa orang terbaik itu adalah mereka yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

Dengan SARAPAN PAGI tentu penulis berharap terjadi perubahan dari pesimisme menjadi optimism, dari keputusasaan menjadi hidup penuh semangat, dan lainnya. Intinya bahwa Islam melarang manusia untuk berputus asa dan dianjurkan berfikir positif (positive thinking) atas semua keadaan (khusnudzon). Setiap keadaan dan setiap peristiwa itu pasti ada hikmahnya (rahasia baik yang belum terungkap, karena hanya Allah swt yang tahu).

Dengan berprasangka baik, bangunan optimisme menghadapi masa depan bisa ditumbuhkan, sehingga semua mengarah pada upaya perbaikan. Dengan ini arah kehidupan juga dirubah menjadi lebih produktif. Menghasilkan sesuatu yang bernilai tambah dan bermanfaat.

Pendek kata, setiap hari harus ada perubahan. Setiap pagi juga harus ada nilai tambah yang tercipta. Hari ini harus lebih baik dari kemarin. Hari esok juga harus lebih baik dari hari ini. Tanpa ini semua, berarti hidup kita dalam kerugian, karena tidak ada manfaat yang tercipta dari sebuah karya. 

SELAMAT SARAPAN PAGI

Topik
Sarapan PagiNgopi PagiOpiniNoor Shodiq Askandar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru