Poros Tengah Sebagai Pilihan Alternatif

Dec 20, 2021 10:36

JATIMTIMES - Sebagaimana sudah kita ketahui bersama hampir di semua media masa, tentang maraknya berita pencalonan dan dukungan kepada bursa kandidat antara KH. Sa'id Aqil Sirot dan KH. Yahya Tsaquf yang keduanya sudah valid agar maju sebagai calon ketua PBNU pada Muktamar yang ke 34 di Lampung nanti, yang akan berlangsung pada tanggal 22-23 Des 2021.

Maka hal ini perlu di ketahui bersama tentang posisi kandidat yang ke-3 dan seterusnya, bahwa salah satunya adalah KH. Marzuki Mustamar (KMM). adapun posisi KMM ini memang dengan sengaja beliau tidak mencalonkan diri untuk maju sebagai calon bursa di PBNU,  karena terkendala dari latar belakang atas apa yang telah di alami oleh KMM, yang mana pada saat itu secara tiba-tiba beliau di minta oleh anggota forum Muskerwil PWNU Jatim yang berlangsung pada bulan Nov kemarin di ponpes Ploso Mojo Kediri, agar berkenan menandatangani keputusan anggota PWNU untuk mendukung calon tunggalnya yaitu KH. Yahya Tsaquf (Gus Yahya).

Setelah menelaah baik secara langsung maupun tidak langsung pada situasi saat itu, maka sudah saatnya kami selaku GPNU (Gawagis Penjaga NU), mendorong dan memotifasi KMM untuk berkenan di calonkan sebagai calon alternatif poros tengah di antara kedua calon kandidat yang tersebut di atas, dengan mengacu pada dalil usul fiqh yang berbunyi :

*درء المفاسد مقدم علي جلب المصالح*

Menolak sesuatu yang mendatangkan kerusakan, mendahulukan atas sesuatu yang mendatangkan manfa’at.

Oleh sebab itulah, kami selaku GPNU, siap mengusung dan memperjuangkan serta mendukung KMM menjadi tokoh calon tunggal poros tengah, dengan tujuan agar syi'ar serta perjuangan KMM dalam berkhidmah demi membesarkan dan menjaga kejayaan marwah NU tetap utuh, baik di kancah Nasional maupun Internasional.

Dengan demikian marilah kita berdo'a bersama-sama, semoga para anggota Muktamar akan selalu diberi kesehatan, maunah, serta inayah dari Alloh SWT, agar dalam menentukan pilihannya nanti akan mendapatkan pemimpin yang amanah, pemimpin yang ihlas, berakhlaq mulia, tanpa ada tendensi dari manapun dalam menjalankan tata tertib perundang-undanan sesuai mekanisme yang telah di sepakati bersama.

Disamping itu dalam rapat muktamar nanti akan menghasilkan kesepakatan bersama yang memuaskan bagi kita semua dengan lebih mengedepankan rasa sportifitas, legowo tanpo roso rumongso (lega dan rela tanpa ada dendam). Apapun dan siapapun yang akan terpilih sebagai baik Ro'is Aam maupun PBNU nanti, para beliau adalah yang terbaik untuk NU dan warga Nahdliyin.

آمين... آمين... آمين... يامستجيب الدعوات، يارب العالمين..

 

Oleh : Masfuk Zuhdi Al-Muhtar,  

Penulis :

✓Dewan Pengasuh Pondok Pesantren PPAI DARUN NAJAH Ngijo-Karangploso Malang

Topik
OpiniPBNUNahdlatul Ulama

Berita Lainnya

Berita

Terbaru