Sekda Baru, Pilihan Logis Sutiaji Hadapi Pilkada Kota Malang 2024

Jun 03, 2021 13:51
Dito Arief N, S.AP, M.AP
Dito Arief N, S.AP, M.AP

JATIMTIMES - Tepat 3 bulan setelah berakhirnya masa tugas Sekda kharismatik Drs. Wasto, SH, akhirnya jabatan Sekda Kota Malang definitif terisi kembali.  Hari ini, birokrat alumni Universitas Brawijaya, Erik Setyo Santoso, S.T, M.T dilantik oleh Walikota Malang Drs. H. Sutiaji bersama dengan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Malang. Sekda Erik berhasil menyisihkan dua sejawatnya yang kebetulan merupakan alumni IPDN dalam proses seleksi Sekda Kota Malang.  

Tahapan seleksi yang dimulai di pertengahan Maret 2021, dari awal pendaftar 6 orang calon, hingga mengerucut 3 calon telah melewati sejumlah tahapan hingga Uji Publik. Ketiga calon Sekda tersebut yaitu Drs. Subkhan, M.AP yang menjabat sebagai Kepala BPKAD Pemkot Malang, Erik Setyo Santoso, S.T,M.T yang menjabat sebagai Kepala Disnaker PMPTSP serta yang termuda adalah Dr. Handi Priyanto, AP, M.Si sebagai Kepala Bapenda Kota Malang.  

Meskipun dalam sejumlah kesempatan Walikota Sutiaji kerap menyampaikan keterbukaan dan objektiitasnya dengan mengedepankan pertimbangan kompetensi dan leadership calon Sekda, namun tidak dapat dipungkiri Walikota berkepentingan dengan subjektifitasnya terhadap ketiga calon yang ada. 

Kemasan Uji publik dengan mengundang panelis dari berbagai perwakilan organisasi profesi hingga perwakilan kelompok masyarakat dan disiarkan secara online melalui live streaming memang menjadi sebuah gimmick terobosan, namun bukan berarti meniadakan aspek kepentingan dan tebak-tebakan, siapa yang menjadi Sekda jagoan Walikota.  

Hingga akhirnya dipilih dan dilantiknya Erik Setyo Santoso sebagai Sekda baru, tentunya penuh dengan berbagai pertimbangan dan analisa. Dari segi kinerja, pertimbangan kompetensi, prestasi, pengalaman dan ide-ide segar yang sering dilontarkan selama menjabat kepala Bappeda hingga Disnaker PMPTSP rupanya menjadi keunggulan. 

Figur Sekda Erik yang lentur,  komunikatif, dan berani tentu juga menjadi pertimbangan personal Walikota untuk memilih seorang Playmaker dalam menjaga dinamika di internal Birokrasi Pemkot Malang sekaligus jembatan bagi Legislatif sebagai mitra di pemerintahan daerah.  Terlebih jabatan Sekda akan otomatis menjadi Ex Officio Ketua Tim Anggaran Pemkot Malang yang tentu harus mampu menjalin komunikasi dan relasi produktif dengan Tetangga sebelah khususnya berkaitan dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).  

Sebagai “Orangnya” Walikota, Sekda tentu diharapkan dapat mensupport kebutuhan dan kepentingan Walikota baik dalam urusan kebijakan maupun urusan politik. Dalam urusan kebijakan, Walikota tentu berharap apa yang menjadi prioritas pembangunan, prioritas anggaran dan target capaian dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) sebagai perwujudan Visi Misi Kepala Daerah dapat dikawal secara maksimal oleh Sekda. 

Begitupula dalam hal kue pembangunan Kota Malang, Walikota tentu berkepentingan dalam hal bagaimana dapat teralokasikan, terdistribusikan hingga direalisasikan secara adil, proporsional, aman dan nyaman. Saya meyakini sosok Sekda baru ini cukup lihai dalam urusan tersebut dengan melihat kemampuan, pengalaman, keberanian dan jejaring yang dimiliki.  

Terpilihnya Sekda Erik bukan berarti akan mulus-mulus saja perjalanan birokrasi Pemkot Malang, Faksi di dalam internal Pemkot, kesenjangan angkatan dan jabatan, senioritas hingga polarisasi IPDN dan Non IPDN merupakan suatu hal yang jamak terjadi dalam dinamika ASN Pemerintah Daerah. Sebagai sosok Sekda Non IPDN yang relatif muda dan masih panjang masa tugasnya, kapasitas Sekda Erik akan diuji terlebih dahulu dalam menjaga stabilitas dan kondusifitas internal birokrasi Pemkot Malang pasca dirinya dilantik.

Secara hitung-hitungan politik, pilihan kepada Erik Setyo Santoso sebagai Sekda menjadi yang paling logis dan terbaik bagi Walikota Sutiaji. Pelaksanaan Pilkada Kota Malang yang seharusnya diselenggarakan di tahun 2023, namun kemudian diundur dengan pelaksanaan serentak di bulan November tahun 2024, tentunya berkonsekuensi secara politik kepada Walikota Sutiaji yang sedang menghitung kans untuk periode keduanya. 

Apakah akan maju kembali diperiode keduanya, atau memberikan kesempatan kepada Wakil Walikota saat ini Ir. H. Sofyan Edi Jarwoko untuk maju menjadi N1, atau malah mendukung sosok lain yang dianggap dapat menjadi suksesor Walikota Sutiaji. Dengan pelaksanaan Pilkada Kota Malang di Bulan November tahun 2024, dengan masa jabatan Walikota Sutiaji hingga tahun 2023 tentunya akan ada kebijakan Penjabat (PJ) Kepala Daerah  dari Kementrian Dalam Negeri untuk daerah yang masa jabatan kepala daerahnya habis sebelum 2024. Untuk itu tentu dibutuhkan sosok handal playmaker pengawal kebijakan, penghubung dan pengatur ritme di internal Pemkot Malang dalam masa PJ Kepala Daerah tersebut, terlepas siapapun nanti PJ nya.

Syarat dukungan minimal mengusung pasangan calon dalam Pilkada sebesar 20% Jumlah Kursi DPRD Kota Malang (9 Kursi) tentu berat bagi Walikota Sutiaji yang saat ini hanya memiliki 3 Kursi legislatif dari Partai Demokrat, partai yang dipimpinnya. 

Belum lagi sejumlah kontroversinya selama ini serta tone pemberitaan yang cenderung negatif, sehingga citra publiknya kurang baik tentu menjadi tantangan tersendiri. Namun dengan pelaksanaan Pilkada yang ditunda setelah Pemilu Legislatif di bulan April 2024 tentunya memberikan kesempatan bagi Incumbent untuk rebound menyusun kembali kekuatan politik, kekuatan elektoral dan kekuatan finansial untuk mempersiapkan Pilkada Kota Malang di tahun 2024.  

Sekda adalah sosok yang separo tubuhnya adalah seorang birokrat, dan separo tubuhnya yang lain adalah seorang politisi, sehingga kemampuan dalam mengatur timing, peran dan fungsinya merupakan sebuah hal wajib yang harus dimiliki.

“Tidak ada makan siang gratis”, begitu pepatah mengatakan. Hal tersebut seakan menjadi komitmen tidak tertulis dalam dunia birokrasi dan politik. Terpilihnya hari ini bisa jadi karena Makan siang hari kemarin.  

Selamat Bekerja Pak Erik, semoga dapat memberikan kinerja terbaik dan membahagiakan warga Kota Malang.

Penulis adalah Sekretaris DPD LIRA Malang Raya dan Mahasiswa S3 Doktor Ilmu Lingkungan - Pasca Sarjana UB.

Topik
Sekda kota malangErik Setyo SantosoDitto Arief

Berita Lainnya

Berita

Terbaru