KETERBUKAAN

Dec 04, 2020 12:39
Noor Shodiq Askandar
Noor Shodiq Askandar

MALANGTIMES - Sungguh saya cukup lega ketika para tokoh mulai terbuka bahwa beliau beliau terpapar covid19. Dimulai dari Kyai Said Aqil Siradj, yang kemudian diikuti dengan pernyataan terbuka oleh beberapa tokoh baik nasional, regional, sampai dengan tokoh lokal. Bahkan saat kyai Said Aqil Siradj melalui Sekretaris pribadinya mengumumkan, saya langsung menulis dan mengapriasi hal tersebut sebagai tindakan yang harus dicontoh oleh orang lain.

Saya merasa lega bukan karena beliau beliau sakit. Sekali lagi bukan karena itu. Tetapi lebih ke arah pikiran bahwa dengan keterbukaan itu, situasi dan kondisi psykis masyarakat menjadi lebih baik.

Baca Juga : Dampak Penundaan Tahapan Pilkada 2020

Setidaknya terdapat lima pesan dari keterbukaan tersebut. Pertama, tentang bahaya Covid19 yang penyebarannya begitu masif dan bisa melalui apa saja. Mulai dari bersentuhan, memegang bekas orang yang terkena covid19, droplet, sampai dengan penyebaran lewat udara. Apalagi sekarang trend di Indonesia masih menunjukkan peningkatan yang tinggi. Dari rata2 dua ribuan perhari, kini sudah di angka delapan ribuan.

Kedua, semua orang bisa terpapar covid19. Tidak peduli pejabat atau bukan, ulama atau bukan, tua atau muda, laki laki atau perempuan, dan lain sebagainya. Covid19 saat menyerang, tidak memandang status orang. Siapa saja punya kemungkinan besar terkena jika kurang hati hati.

Ketiga, fenomena sekarang ini adalah peringatan kepada ummat manusia untuk lebih berhati hati dalam menggunakan pangapunten indera, karena dari situlah titik utama manusia bisa terpapar oleh covid19. Timbul panca indra ini setidaknya peringatan bagi mata, hidung, telinga, mulut, dan tangan untuk lebih digunakan dalam fungsi yang sebenarnya. Jangan gunakan untuk sesuatu yang mengakibatkan kerusakan.

Keempat, tiga M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) saja tidak cukup. Masih banyak hal lain baik yang badani maupun non badani. Agar imun kuat, dianjurkan banyak minum vitamin, probiotik, makan yang cukup, berjemur di pagi hari dan olah raga yang cukup. Tapi ini juga belum cukup, jika rohani kita tidak terjaga. Kepanikan, stres, iri hati dan dengki, dan sejenisnya, juga dapat mengakibatkan menurunnya imun dalam tubuh kita.

Kelima, kita juga harus meyakini bahwa ini adalah ketetapan Allah swt yang mesti diterima oleh ummat manusia. Selanjutnya kemudian dianjurkan untuk melakukan upaya optimal baik yang bersifat pencegahan maupun yang terkait dengan tindakan, terutama tindakan medis. Sebelum terpapar, kehati-hatian itu penting untuk menghindari Covid19 dengan beragam cara yang bermanfaat bagi ketahanan tubuh. Atau jika terpapar, maka berkonsultasi kepada dokter yang ahli menjadi penting, agar tindakan medis yang diterima betul betul dilakukan oleh ahlinya. Dalam tindakan ini, kata kuncinya adalah yakinlah bahwa setiap penyakit ada obatnya, setiap upaya akan ada hasilnya, dan setiap doa akan dikabulkan oleh Allah swt pada saatnya.

Akhir kata, semoga kita semua bisa terhindar dari bahaya penyakit ini dengan meyakini bahwa keputusan Allah swt adalah yang terbaik bagi kita semua. Wallahu a'lam bisshowab

------------------------

Noor Shodiq Askandar

Ketua PW LP Maarif NU Jatim

Wakil Rektor 2 Unisma Malang

Ketua Dewan Pembina DPW SAHI Jatim

Topik
OpiniNoor Shodiq Askandar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru