Nurbani Yusuf
Nurbani Yusuf

MALANGTIMES - Membangun sekolah adalah jihad melawan kebodohan. Mendirikan rumah sakit adalah jihad melawan kemusyrikan. Mendirikan bait amal, Lazizmu adalah jihad melawan kemiskinan, MDMC adalah jihad melawan Kesengsaraan Oemoem. Itulah jihad yang dipahami Muhammadiyah.

Baca Juga : Harlah NU dan Muhammadiyah, Di Atas Keduanya adalah Ukhuwah Islamiyah

Saya lebih suka menyebutnya harakah ketimbang jam’iyah. Muhammadiyah bukan sekadar federasi pemikiran atau gagasan. 
Sejak awal berdiri Muhammadiyah didesain sebagai harakah. Sebuah pergerakan atau harakah yang berpihak pada pemurnian dan pemodernan, tajdid dan purifikasi, pada gerakan pemikiran dan gerakan amal, dalam satu tampilan sekaligus.

Gagasan Kiai Dahlan sangatlah unik, beliau seorang ulama waskita yang jeli memandang tanda-tanda zaman. Carl Whiterington menyebut Kiai Dahlan bukan ulama biasa. Gagasan dan pemikirannya tak pernah lekang oleh panas dan tak lapuk karena hujan. Futuristik atau memasadepan.

Dr Alfian, memberi catatan khusus tentang pikiran maju Kiai Dahlan dalam ikhtiar mengubah tradisi jumud, kolot, stagnan menjadi modern, dinamis dan mengedepan. Umat Islam yang semula banyak direndahkan karena kebodohan dan tertidur, berubah dinamis dan kompetitif.

Selanjutnya Dr Alfian Ketua LIPI tahun 80 an itu menyebutkan dalam Islamic Modernism in Indonesian Politics, the Muhammadiyah Movement during the Dutch Colonial Period 1912-1942 (1989), menemukan bahwa karena Muhammadiyah merupakan gerakan nonpolitik, keterlibatannya berbeda dengan organisasi lain yang menjadikan politik sebagai titik tuju. Tapi disitulah menjadi kelebihan nya.

Berlomba-lomba dalam kebaikan adalah mind framing yang ditawarkan Kiai Dahlan agar pikiran maju terbarukan terus bergema. Kuai Dahlan terilhami oleh strategi Rasululah SAW saat mengubah Kota Yastrib yang berarti gelap, malas dan stagnan menjadi Madinah al Munawarah yang berati kota harapan penuh cahaya.

Cara Rasululah SAW mengubah Yastrib menjadi Madinah al Munawarah terbukti efektif mengubah pola pikir dan perilaku penduduk Yastrib yang semula malas dan sulit berubah menjadi modern, kompetitif, terbuka dan dinamis.

Baca Juga : Muhammadiyah dan Kepeloporan Publik

Narasi Rasulullah mengubah Yastrib menjadi Madinah Al-Munawarah dikenal dengan nama Mind-Programing yang dalam bahasa aplikasi psikologi disebut sebagai Projectory-Imaginary.

Kiai Dahlan melakukan persis Rasulullah pada saat Muhammadiyah awal berdiri. Kondisi umat Islam saat itu sangat tertutup, jumud, kolot tidak berkelas dan direndahkan diubah menjadi kekuatan yang mempesona. Gus Dur menyebut kemenangan dialektik. Awalnya dibantah dan dilawan kemudian dibenarkan ramai-ramai.

Kurang lebih 20 rumah sakit besar berikut tenaga medis, Lazizmu, MDMC dan semua amal usaha bahkan pimpinan ranting, cabang dan takmir berubah menjadi posko-posko yang lincah bergerak. Berada di garis depan melawan bermacam bencana dan kesengsaraan oemoem lainnya. Para aktivisnya berubah menjadi relawan dengan kekuatan dan spirit al Maaun. Satu pemandangan penuh pesona dan atraktif karena setiap aktivisnya bisa berubah posisi dan fungsi dengan cepat sesuai kebutuhan, bergerak bersama selamatkan negeri.

@nurbaniyusuf 
Komunitas Padhang Makshsyar