Rasongko Singgih Samiarto
Rasongko Singgih Samiarto

Kebanyakan dari kita di tengah wabah yang hari ini masih sangat masif penyebaran nya, segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan berkumpul, bekerja bahkan liburan sekalipun terus di kurangi, karena regulasi dari pemerintah untuk pembatasan sosial agar menjaga jarak guna serangkaian tindakan infeksi nonfarmasi yang dimaksudkan untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran virus covid 19 ini.

Maka kegiatan di rumah akan membuat kita semakin jenuh, karena hanya rebahan yang bisa di lakukan. Tetapi kalau kita dapat memanfaatkan waktu luang di rumah maka akan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup kita agar tetap terjaga, walaupun menghabiskan waktu dengan cara tatap muka akan semakin terbatas.

Namun sebelum masuk dalam esensi, mungkin saya tidak membahas mengenai produktifitas dalam hal galang dana di tengah virus ataupun hal-hal lain yg berhubungan dengan penanganan virus, karena saya yakin dari kalian yang mempunyai hati nurani sudah melakukan nya dan yang mempunyai ekonomi lebih akan melakukan tindakan kemanusiaan tanpa saya bahas, Ataupun kegiatan olahraga sehari-hari karena itu hal paling fundamentalis dalam kehidupan kita, bahwa ketika kita mau sehat maka kita harus melakukan olahraga tanpa menunggu adanya wabah atau penyakit lain nya.

Lalu langkah apa saja yang bisa membuat kita tetap produktif dan inovatif dalam kegiatan sehari-hari kita agar tidak sia-sia.

Baca buku: Kenapa saya sebut membaca, karena dalam tahap proses berpikir seseorang baca buku adalah hal yang harus di wajib kan guna memberikan dampak yang baik bagi nalar, ibarat manusia vitamin adalah suplemen penunjang agar tubuh tetap sehat, sedangkan buku adalah vitamin yg baik bagi otak guna proses literasi kita tidak terhambat karena keseringan di rumah, seperti kata filsuf Scrorates "pemikiran yang kuat akan bicara mengenai ide, pikiran yang biasa saja hanya akan membicarakan kejadian, sedangkan pemikiran yang lemah akan membicarakan orang lain", maka benar bahwa buku adalah jendela dunia, tanpa membaca kita tidak akan tau apa-apa akan ilmu pengetahuan, dan jika tanpa membaca diri ini hanya mampu menghasilakan dogtrinasi ataupun dogma masa lalu tanpa literasi yang membuat otak kita tetap stagnan, apalagi di tengah kondisi yang kebanyakan dari kita tinggal di rmh, maka peluang untuk membaca buku semakim besar karena mempunyai waktu yg lbh banyak di bandingkan dengan hari-hari sebelumnya.

Kembangkan apa yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya : kita tau bahwa selama ini diri sendiri terkendala untuk melakukan hal yang berkaitan diluar pikiran kita, batas kita ataupun tanpa kita sadari, bahwa sebenarnya diri kita mampu untuk melakukan hal-hal inovatif guna menunjang produkifitas dalam kegiatan sehari-hari, apalagi di tengah wabah, apakah kita dapat menggunakan smartphone dengan bijak, ? Ataukah hanya buat scorel-scorel gk jelas? Maka saran dari saya bisa dikurangi kegiatan tersebut dan mencoba untuk berpikir apa yg blm pernah anda lakukan dalam hidup anda? Karena dengan kondisi seperti ini peluang untuk melakukan hal-hal yg tidak pernh di lakukan diri sendri sangat lah besar tanpa harus rebahan dan main smartphone secara terus-menerus, Dan mencoba berpikir hal apa yg bisa anda lakukan di tengah wabah ini, namun inovasi dalam hidup anda tetap dapat memberikan dampak yang baik bagi diri sendiri. Contoh nya kmu sebelum nya belum pernh menulis? karena semua orang bisa menulis tapi blm tentu bisa membuat tulisan, Namun kamu boleh mencoba hal lain nya yg mungkin dapat memberikan sesuatu berbeda dalam hidup mu karena saya bisa menawarkan sebuah konsep, maka dari itu anda harus dapat melampaui apa yg belum pernah anda rasakan dan lakukan. Itu sangat penting guna memberikan perkembangan dalam kehidupan agar setiap kegiatan diri kita tetap bisa produktif namun dengan cara yang berbeda dengan sebelumnya.

Berikan dampak positif bagi lingkungan sekitar mu

 : di tengah kondisi sekarang ini memang terkadang kita terjebak dalam paradigma masyarakat yang membuat diri ini ketakutan dll, sebenarnya kalau kita lebih bijak menanggapi sebuah problematika maka hasil nya juga akan terkesan baik, takut boleh? Namun tidak seharusnya kita Men-diskriminatif tetangga kita misal nya yg ODP atau PDP ,seharusnya kita suport malah kita kucilkan,itu akan memberikan dampak yang negatif bagi lingkungan kita sendiri bahkan sampai bisa terkena virus covid-19 karena imun nya menurun setelah di kesampingkan. Sebenarnya jangan jauh-jauh kita melakukan edukasi, untuk kelompok keluarga pun sudah memberikan sesuatu yg baik bagi penanganan pandemi ini, karena paradigma itu muncul dalam masyarakat memang tercipta dari lingkungan terkecil yaitu keluarga, jika kita dapat melakukan manuver yang baik selain kita mengurangi pembatasan sosial, secara objektif pun kita telah memutus rantai dogtrinasi tentang virus ini yang terkesan jelek dampak nya bagi psikologis masyarakat

---

Rasongko Singgih Samiarto

FISIP, Ilmu Pemerintahan. Universitas Muhammadiyah Malang