Konferensi pers yang digelar hari ini di Pemkab Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)
Konferensi pers yang digelar hari ini di Pemkab Lumajang (Foto : Moch. R. Abdul Fatah / Jatim TIMES)

MALANGTIMES - Majelis Ulama Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Lumajang pada hari ini, Rabu (1/4) mengumumkan sebuah keputusan untuk tidak mengadakan sholat jumat pada 7 kecamatan yang dinilai rawan penyebaran virus corona.

Keputusan ini disampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung di Pemkab Lumajang dan dipimpin langsung oleh Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq dan Wabup Ir. Hj. Indah Amperawati M.Si.

Baca Juga : Lumajang Tambah 2 Orang Positif Corona, Salah Satunya ASN Peserta Pelatihan TKHI

Bupati Lumajang H. Thoriqul Haq kepada wartawan mengatakan, 7 kecamatan yang diminta untuk tidak menggelar sholat jumat adalah wilayah Zona Merah dan wilayah Potensi Merah.

Dalam pemetaan Pemkab Lumajang, Zona Merah adalah kecamatan Sukodono, Kedungjajang dan Kecamatan Randuagung. Sedangkan 4 kecamatan lain yang berpotensi menjadi zona merah adalah Kecamatan Lumajang, Tempeh, Pasirian dan Pronojiwo.

Sementara itu Ketua MUI Lumajang KH. Ahmad Hanif mengatakan, keputusan MUI ini didasarkan pada fakta bahwa berkumpul dalam jumlah besar bisa menjadi media penularan virus corona.

"Karena jika kita berkumpul dalam jumlah yang banyak bisa menjadi sarana penularan virus ini, maka jika kita tidak melakukan acara yang melibatkan orang banyak, sama artinya dengan mengambil langkah untuk menyelamatkan orang lain dari ancaman virus ini," kata KH. Ahmad Hanif.

KH. Ahmad Hanif kemudian memberikan contoh, ketika seseorang hendak sholat kemudian didekatnya ada kebakaran, maka orang itu boleh menunda sholatnya dulu untuk menyelamatkan orang yang sedang kebakaran tersebut.

Baca Juga : 6 Gunung Erupsi Bersamaan, Mulai di Tanah Jawa, Maluku, hingga Sumatera

"Jadi boleh membatalkan sholatnya dulu, dan lebih mengutamakan menyelamatkan jiwa manusia yang dalam kondisi bahaya. Nah sama dengan sekarang, virus corona bisa menular melalui pertemuan seperti ini, maka kita ganti sholat jumat dengan sholat dhuhur," jelas KH. Ahmad Hanif.

Hadir dalam acara jumpa pers ini, Ketua PD Muhammadiyah Lumajang H. Suharyo AP dan Ketua PCNU Lumajang Gus Mas'ud.