Taruwi alias Gundul tersangka kasus pencurian saat diamankan polisi akibat terlibat jaringan curat, curanmor, dan narkotika (Foto : Polsek Singosari for MalangTIMES)
Taruwi alias Gundul tersangka kasus pencurian saat diamankan polisi akibat terlibat jaringan curat, curanmor, dan narkotika (Foto : Polsek Singosari for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dengan kondisi babak belur, Taruwi alias Gundul hanya bisa pasrah saat digelandang petugas ke kantor Mapolsek Singosari. Pria 45  tahun itu dihajar oleh warga, lantaran terbukti melancarkan aksi pencurian.

Maklum saja jika warga dibuat geram dengan ulah tersangka. Pasalnya, dari hasil penyidikan polisi, salah satu warga Dusun/Desa Gunung Jati, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang ini ternyata terlibat berbagai jaringan sindikat kejahatan.

Baca Juga : Edarkan Sabu di Tengah Pandemi Covid-19, Pengedar Asal Malang Dicokok Polisi Blitar

”Dari hasil penyidikan, selain terbukti melancarkan aksi pencurian. Tersangka yang juga seorang residivis ini juga terlibat dalam jaringan narkoba,” kata Kanit Reskrim Polsek Singosari, Iptu Supriyono, Selasa (31/3/2020).

Seperti yang sudah diberitakan, akhir pekan lalu tersangka Taruwi kembali dijebloskan penjara lantaran melancarkan aksi pencurian di wilayah hukum Polsek Singosari.

Saat diamankan, petugas menyita beragam barang bukti dari tangan pelaku. Diantaranya 1 tas berisi uang Rp 80 ribu, besi pencukit sepanjang 23 sentimeter, senjata tajam berupa pisau sepanjang 21 sentimeter, hingga kunci T.

Tidak hanya itu saja, satu unit sepeda motor yang dijadikan sarana mencuri ternyata juga merupakan hasil curian, yang diduga diperoleh tersangka dari jaringan curanmor di kawasan Malang Selatan.

”Terhadap tersangka kami jerat dengan pasal berlapis, selain 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan (Curat). Tersangka juga terancam dengan pasal narkotika,” terang Supriyono.

Dijeratnya tersangka dengan pasal narkotika ini, lantaran polisi juga menemukan dua poket sabu ketika mengamankan tersangka sesaat setelah melancarkan aksi pencurian.

Baca Juga : Usai Bebas Ikut Asimilasi, Residivis Curanmor di Kota Malang Kembali Kambuh

”Ada dua poket sabu yang kami sita dari tangan tersangka. Sabu yang memiliki berat masing-masing 0,28 gram dan 0,12 gram tersebut, kami peroleh saat mengeledah isi dompet tersangka,” kata Supriyono.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, lanjut Supriyono, polisi menduga jika uang hasil curian yang diperoleh tersangka, digunakan untuk membeli narkoba. Dugaan tersebut diperkuat dengan pengakuan tersangka, saat dirinya diintrogasi penyidik sesaat setelah melancarkan aksi pencurian.

”Kasusya masih kita kembangkan, tersangka ini merupakan residivis Curat yang kami amankan sesaat setelah mencuri. Kemudian dari hasil pengembangan tersangka diduga juga terlibat jaringan curanmor, dan kini hasil pengembangan terbaru tersangka juga terlibat jaringan narkoba,” pungkasnya.