Tol Malang Pandaan (Dokumentasi MalangTIMES).
Tol Malang Pandaan (Dokumentasi MalangTIMES).

MALANGTIMES - Rencana pembangunan Tol Malang-Pandaan saat ini memang terus berkembang. Terakhir, pembangunan direncanakan hingga ke Blitar.

Nantinya, pembangunan tol akan melalui area Kota Malang. Meski dipastikan akan menelan biaya besar, namun pilihan tersebut diambil dengan berbagai pertimbangan.

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Rencana itu nantinya akan memastikan ada sekitar tujuh kelurahan di Kota Malang yang terdampak. Sehingga akan segera dilakukan pembebasan lahan di sekitaran area terdampak.

Camat Kedungkandang Donny Sandito menyampaikan, tujuh kelurahan terdampak itu berada di wilayah Kecamatan Kedungkandang.

Secara rinci, ketujuh kelurahan itu adalah Kelurahan Madyopuro, Lesanpuro, Kedungkandang, Buring, Wonokoyo, Bumiayu dan Arjowinangun. Namun untuk Kelurahan Wonokoyo hanya sedikit yang terdampak.

"Karena Wonokoyo berhimpitan dengan Buring ya. Tapi kalau enam kelurahan lainnya sudah pasti," imbuhnya.

Menurutnya, persiapan untuk merealisasikan rencana tersebut sudah dilaksanakan. Karena pihaknya kuga beberapa kali melakukan koordinasi dengan PT PP sebagai pramarkasa.

Donny juga menjelaskan jika rencana tersebut masih akan dimatangkan kembali. Pasalnya, belum ditentukan titik pasti atau penentuan lokasi yang akan dilewati dalam perencanaan tersebut.

Selain itu, selama proses observasi berlangsung juga harus memperhatikan beberapa hal. Diantaranya mencakup kontur hingga peruntukan lahan dalam tata ruang yang sudah diatur.

Baca Juga : Pemprov Jatim Buka Posko Pendampingan Pendaftaran Program Kartu Prakerja di 56 Lokasi

"Ini masih tahap observasi ya, jadi belum final dan pasti dilalui. Karena hasil observasi nanti juga akan disampaikan ke pusat, dan baru ditentukan bisa dilewati atau tidak," jelasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, rencana untuk melalui tujuh kelurahan di Kota Malang tersebut masih harus dikoordinasikan lebih lanjut dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang.

"Memang yang akan dilalui Kota Malang. Apapun itu, ini kan untuk kepentingan orang banyak dan kebaikan," pungkasnya.