Tersangka Agus Sugito (42) telah diamankan di Polsek Donomulyo. (Foto: Istimewa)
Tersangka Agus Sugito (42) telah diamankan di Polsek Donomulyo. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Nampaknya masyarakat harus selalu waspada dalam menutup pintu rumah. Pastikan pintu terkunci rapat dan taruhlah barang-barang berharga di tempat yang dirasa aman. 

Iman Subekti (36) warga Dusun Mulyosari RT. 11 RW. 04, Desa Donomulyo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang mengalami musibah pembobolan rumah, Minggu (2/2/2020) sekitar pukul 05.00 WIB. 

Menurut penuturan Kapolsek Donomulyo AKP Gianto, rumah milik Iman Subekti disatroni pencuri. "Rumah milik Iman Subekti (36) disatroni pencuri yang masuk melalui pintu depan, pada saat itu pintu depan tidak terkunci rapat. Pencuri itu masuk ke kamar korban dan mengambil barang-barang penting milik korban," tuturnya.

Pelaku yang melangsungkan aksinya diperkirakan sebelum subuh itu, mengambil barang-barang yang cukup penting milik Iman Subekti. "Barang-barang yang diambil berupa 1 buah dompet hitam berisi STNK, Buku KIR kendaraan truk, uang tunai 1 juta, 1 ponsel warna hitam," beber petugas.

"Kerugian yang dialami korban diperkiran mencapai 3 juta rupiah," tambahnya.

Petugas kepolisian Polsek Donomulyo menjelaskan kronologi penangkapan pelaku. "Setelah dilakukan penyelidikan hampir 2 minggu, Kamis (13/2/2020) sekitar pukul 23.00 WIB dilakukan penangkapan pada pelaku Agus Sugito (42), yang kedapatan membeli dan memiliki ponsel warna hitam. Penangkapan berlokasi di warung kopi sekitar Jl. Raya Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang," jelas petugas.

Menurut laporan Iman Subekti yang rumahnya dibobol oleh pencuri dan mengambil ponsel beserta barang-barang cukup penting, bahwa ponsel yang diamankan oleh petugas Polsek Donomulyo merupakan ponsel miliknya. Ini terbukti pada saat korban Iman Subekti memberitahukan kode IMEI, jenis, serta tipe ponsel tersebut.

"Barang bukti yang diamankan berupa 1 unit ponsel berwarna hitam dengan nomor IMEI 1 : 862235040459629, IMEI 2 : 8622350040459637," tutup petugas.

Dari hasil penyidikan petugas, pelaku dijerat dengan pasal 480 KUHP dengan ancaman paling lama 4 tahun kurungan penjara.