Postingan akun Instagram siorangdalam terkait pemberitahuan tentang tiket Arema FC vs Persija Jakarta (Instagram siorangdalam)
Postingan akun Instagram siorangdalam terkait pemberitahuan tentang tiket Arema FC vs Persija Jakarta (Instagram siorangdalam)

MALANGTIMES - Beredar foto di media sosial terkait pembelian tiket pertandingan Arema FC menghadapi Persija Jakarta pada Sabtu (15/2/2020) yang disertai membeli tiket pertandingan sebelumnya ditanggapi manajemen Singo Edan.

Menurutnya manajemen peraturan tersebut dilakukan jika penonton membeli tiket sebelum hari pertandingan kedua Grup B di Stadion Kanjuruhan dimulai.

Baca Juga : Libur Karena Covid-19, Kiper Persita Mulai Bosan

Aremania mungkin belum banyak yang mengerti jika ada sebuah pemberitahuan di Kandang Singa mengenai pembelian tiket laga Arema FC menghadapi Persija Jakarta.

Dalam pemberitahuan tersenyum dituliskan bahwa "Pembelian tiket Arema FC vs Persija dilayani jika membeli salah satu pertandingan sebelumnya". 

Dan foto tersebut juga sudah diposting di akun Instagram bernama siorangdalam.

Jika yang belum mengerti memang pemberitahuan tersebut seakan penonton harus membeli tiket untuk pertandingan sebelum Arema FC vs Persija Jakarta, yakni Persela menghadapi Sabah FA.

Tapi Media Officer Arema FC Sudarmaji mengatakan bahwa pemberitahuan tersebut digunakan jika ada yang membeli tiket Arema FC melawan Persija Jakarta sebelum Sabtu (15/2/2020).

"Iya itu kalau beli tiket Persija vs Arema hari kemarin. Kalau tepat hari pertandingan ya tidak. Misal kalau beli hari ini, berarti diminta juga beli laga hari ini," kata Sudarmaji. 

"Kalau besok, sudah dilayani khusus Arema vs Persija," imbuhnya.

Baca Juga : Banyak Menerima Denda, Jadi Momen Arema FC Berbenah

Sementara itu, Sudarmaji berharap kepada penonton yang hadir di Stadion Kanjuruhan saat Arema FC menghadapi Persija agar tidak melantunkan lagu yang menyinggung atau berperilaku kurang elok sebagaimana baiknya suporter mendukung dengan positif. 

"Tetap jaga nama baik, datang untuk mendukung, jangan ada flare dan kekerasan (kepada siapapun)," jelas Sudarmaji.