Bupati Malang HM Sanusi. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Bupati Malang HM Sanusi. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bupati Malang HM Sanusi membeberkan, beberapa perusahaan asing berencana menanamkan investasi di Kabupaten Malang. Salah satunya yakni Turki yang tertarik mengembangkan teknologi solar cell.

Sanusi menyebutkan, datangnya tawaran investasi itu karena kinerja Pemerintah Kabupaten Malang yang transparan. Maka banyak yang percaya dan menaruh keinginan untuk berinvestasi, baik dari plat merah sampai pihak swasta.

Baca Juga : Tangkal Covid, Pemkab Malang Sediakan Safe House di Seluruh Desa

Sanusi menceritakan hasil pertemuannya dengan perusahaan yang berasal dari Turki, yang ingin mengembangkan tenaga listrik melalui solar cell. "Kemaren saya kedatangan tamu dari Turki. Dari Turki itu mau bikin listrik dari solar cell. Jadi yang tidak pakai PLN nanti pakai solar cell, sekali beli selamanya nggak bayar," sebut Sanusi.

Dia juga menambahkan nantinya akan lebih hemat biaya. "Jadi pakai sinar matahari dijadikan listrik. Jadi nanti, penerangan jalan, pondok, nggak usah pakai PLN, pakai solar cell. Jadi ke depan sudah hemat biaya," ungkap Sanusi.

Setelah membeberkan bakal ada perusahaan dari Turki yang akan masuk Kabupaten Malang, Sanusi memberitahukan bakal ada lagi perusahaan dari luar negeri, yaitu dari Perancis. Perusahaan ini akan menancapkan investasinya dan membuat pabrik ragi di daerah Bululawang. 

"Terus ada dari Perancis itu akan bikin pabrik ragi di Bululawang," terang Sanusi. Sanusi juga menambahkan 'tetes' akan lebih mahal lagi. "Jadi tetes nanti lebih mahal lagi. Tetes jadi ragi, dikirim ke Perancis, itu yang di Bululawang," tambah Sanusi.

Sanusi juga memaparkan, investor yang masuk di Kabupaten Malang sudah mulai melakukan pembangunan. "Karena investor sudah mulai masuk. Dua hotel bintang lima di Kepanjen sudah mulai dibangun dan investasinya nggak kurang dari Rp 20 miliar," ungkapnya.

Baca Juga : Pemudik yang Terindikasi Covid-19 di Kabupaten Malang Bakal Dibawa ke Safe House

Terakhir, Sanusi juga sedikit menyinggung perihal banyaknya gelontoran dana yang akan turun dan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Malang. "KEK (Kawasan Ekonomi Kreatif) di Singosari itu dananya Rp 15 triliun. Pariwisata Bromo Tengger Semeru itu juga dibiayai oleh pemerintah pusat Rp 15 triliun. Bangun tol dari Malang sampai ke Kepanjen itu dananya Rp 5,5 triliun. Pokok e ben duwek iki koyok mudun ndek Malang (Pokoknya setiap uang ini seperti turun di Malang)," tutupnya.

Harapan dari beberapa elemen masyarakat agar segala pembangunan yang ada harus tetap memerhatikan regulasi yang ada, sehingga tidak timbul masalah di kemudian hari.