Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Dra Zubaidah MM. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Dra Zubaidah MM. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Pendidikan Kota Malang kini telah bermetamorfosis menjadi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Untuk itu, sebagai langkah awal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Disdikbud melakukan silaturahmi dengan para penggiat budaya Kota Malang, Senin (20/1/2020).

Bertempat di Museum Mpu Purwa, jajaran Disdikbud 'kenalan' dengan 19 komunitas kebudayaan Kota Malang. Untuk diketahui, Museum Mpu Purwa kini menjadi Kantor Bidang Kebudayaan Disdikbud.

"Yang jelas ini tadi baru kenalan. Jadi hasilnya masih belum bisa kita lihat. Karena kalau memulai pekerjaan, jika kita tidak kenal tidak dekat maka akan menjadi hambatan. Tetapi kalau kita sudah kenal sudah dekat insya Allah tidak ada hambatan," ucap Kepala Disdikbud Kota Malang, Dra Zubaidah MM

Pertemuan tersebut mengundang perwakilan dari unsur Dewan kesenian Kota Malang, Dewan Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah, Museum Musik Indonesia Kota Malang, Museum Kota Pendidikan, Museum Brawijaya, Museum Pembelajaran Universitas Negeri Malang, Museum Batu Mulia Universitas Brawijaya, Paguyuban Penghayat Kota Malang, dan tim ahli cagar budaya.

Seniman-seniman juga turut datang. Mulai dari seniman ludruk, seniman reog, seniman seni lukis, seniman wayang, seniman campursari, seniman kuda lumping, seniman pencak silat, Paguyuban Sinden, dan musisi. "Ada 19 komunitas. Semua hadir. Memang tidak kita undang keseluruhan, masing-masing komunitas 2 orang. Nantinya akan ada rakor khusus tentang kebudayaan," terang Zubaidah.

Untuk itu, soal rencana program saat ini masih belum ditentukan. Pada rakor khusus itu, masing-masing komunitas nanti akan menyodorkan programnya. "Nanti saya akan minta programnya. Dalang misalnya. Apa sih programnya. Mungkin pelatihan dalang, lomba dalang. Nanti akan kita inventarisir. Kita sandingkan dengan program yang ada di kita. Kira-kita misal programnya 10. Kan nggak mungkin kita lakukan dalam waktu dekat ini. Nah minimal yang mana dulu (skala prioritas)," bebernya.

Di samping itu, pihaknya juga akan menginventarisir untuk penyusunan program tahun 2021. Soal kapan rakor tersebut dilaksanakan, Zubaidah mengaku segera dalam waktu dekat.

Setelah kenalan dan sosialisasi ini, Disdikbud akan segera membuat surat edaran tentang permintaan program masing-masing komunitas tadi. "Ada 4 program yang sudah dianggarkan. Dari 4 ini besaran saja," timpalnya.

Nantinya, program dari masing-masing komunitas itu disesuaikan dengan program nasional. "Di samping itu kan kita bisa juga ngintip programnya pusat. Mana yang bisa kita minta untuk di daerah biar nyambung dengan komunitas tadi," imbuhnya.

Dalam pertemuan tersebut, hadir pula Komite Kebudayaan Kota Malang (K3M); Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Klojen, Blimbing, Kedungkandang, Sukun, dan Lowokwaru; Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri; serta Pengawas SD dan Pengawas SMP di lingkungan Disdikbud Kota Malang. "Harapannya, hari ini harus lebih baik dari kemarin. Hari esok harus lebih baik dari hari ini," tandasnya.