Mario Gomez (tengah) saat dikenalkan sebagai pelatih kepala Arema FC (Hendra Saputra)
Mario Gomez (tengah) saat dikenalkan sebagai pelatih kepala Arema FC (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Mario Gomez punya kenangan pahit karena terkena lemparan botol di Stadion Kanjuruhan saat masih menjadi pelatih Persib Bandung di kompetisi Liga 1 2018 lalu. Hal tersebut membuat kepalanya sampai berdarah saat kerusuhan terjadi akibat Persib menahan imbang Arema dengan skor 2-2.

Ketika dikenalkan sebagai pelatih kepala Arema FC, Mario Gomez mengaku ingat dengan kejadian tersebut tapi ia menganggap hal tersebut karena kecintaan suporter yang mendalam kepada tim kesayangannya. "Saya masih ingat kejadian itu, tapi itu sudah terjadi dulu," kata Gomez.

Pelatih kepala Arema FC Mario Gomez ingin adanya pendidikan untuk suporter agar kerusuhan di lapangan tidak sampai terjadi lagi di kompetisi Liga 1 2020.

Karenanya, Gomez berharap ada pendidikan untuk suporter agar tidak kembali terulang kejadian yang sama. Karena pada dasarnya semua suporter ingin tim kesayangannya memenangkan setiap pertandingan. Namun jika terjadi kekalahan dan itu di kandang tidak harus diungkapkan melalui kerusuhan seperti turun ke lapangan dan sebagainya. "Sepertinya butuh pendidikan untuk suporter, karena di Indonesia atmosfirnya sangat bagus," tegas Gomez.

Kejadian suporter turun ke lapangan bukan hanya terjadi di Arema FC, tim besar lain seperti Bali United, Persib dan Persebaya juga pernah merasakan hal yang sama hingga pemain dipaksa untuk bicara empat mata dengan suporter.