Walisongo (Wikipedia)
Walisongo (Wikipedia)

MALANGTIMES - Sebagian besar dari kalangan milenial tentu mengenal sosok Walisongo. Tokoh penting persebaran Islam di Nusantara terutama di Jawa ini amat sangat dihormati lantaran perannya yang luar biasa. 

Namun seiring berjalannya waktu, muncul pernyataan baru yang menyangsikan keberadaan tokoh penyebar ajaran Islam di Jawa pada abad 14 lalu.

Salah satu pendapat itu menyatakan jika Walisongo tak nyata adanya. Mereka merupakan tokoh fiktif dan mitos belaka. Lantas benarkah Walisongo yang dikenal selama ini hanya tokoh khayalan?

Menjawab pertanyaan itu, dalang muda sekaligus pengurus Lesbumi PBNU Malang Ki Ardi Purbo Antono menegaskan, pendapat yang menyebut Walisongo hanya tokoh khayalan adalah salah. Pasalnya, sejauh ini masih dapat ditemui beberapa sumber yang menunjukkan jejak tokoh-tokoh Walisongo.

"Walisongo itu bukan fiktif tapi nyata adanya," tegasnya pada MalangTIMES belum lama ini.

Dia menyebut, salah kaprah yang membuat Walisongo menjadi seolah fiktif adalah kemasan dan cara memperkenalkan tokoh Walisongo kepada generasi muda saat ini. Dimana selama ini Walisongo banyak digambarkan hanya pada sisi kekuatan saja, dan mengesampingkan pesan moral dari setiap perjalanan Walisongo itu sendiri.

"Sekarang anak-anak buka kanal khusus tentang Walisongo digambarkan jika Walisongo bisa terbang dan lain sebagainya. Lantas bagaimana dengan pesan dan isi dari perjuangan Walisongo itu sendiri. Maka ini yang perlu menjadi perhatian," kata dia.

Lebih jauh dia menyampaikan, ada begitu banyak jejak perjalanan Walisongo dalam menyebarkan syiar Islam di Nusantara, khususnya Jawa. Seperti Sunan Kalijaga misalnya, yang menyebarkan syiar Islam melalui seni ukir, wayang, gamelan, serta seni suara suluk sebagai sarana dakwah.

Beberapa lagu suluk ciptaannya yang populer adalah Ilir-ilir dan Gundul-gundul Pacul. Dia juga dikenal sebagai penggagas baju takwa, perayaan sekatenan, garebeg maulud, serta lakon carangan Layang Kalimasada dan Petruk Dadi Ratu ("Petruk Jadi Raja").

"Suluk beliau dulu banyak dijadikan pujian di langgar (mushalla), tapi sekarang sudah jarang," pungkasnya.

Sementara itu, dalam berbagai sumber pada umumnya terdapat sembilan nama yang dikenal sebagai anggota Walisongo. Ke sembilan tokoh tersebut adalah Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel atau Raden Rahmat, Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim, Sunan Drajat atau Raden Qasim, Sunan Kudus atau Ja'far Shadiq, Sunan Giri atau Raden Paku atau Ainul Yaqin, Sunan Kalijaga atau Raden Sahid, Sunan Muria atau Raden Umar Said, dan Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah.