AIKID (Foto: Istimewa)
AIKID (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Babak akhir perlombaan Anugerah Inovasi dan Kreativitas Informasi Digital (AIKID) Kota Malang telah usai. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) malam ini (Rabu, 16/10) bakal menggelar malam penganugerahan AIKID.

AIKID sendiri diadakan sebagai salah satu bentuk monitoring, evaluasi, dan meningkatkan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan unit kerja di lingkungan Pemerintah Kota Malang.

Dalam ajang tersebut, ada lima kategori yang diperebutkan berbagai pihak, mulai dari OPD di lingkungan Pemerintah Kota Malang, Kelurahan, dan juga SMP negeri se-Kota Malang yang telah berkontribusi dalam membuat sosial media dan websitenya sejak bulan Mei 2019 yang lalu.

Kategori tersebut diantaranya, medsos terbaik untuk OPD, Sekretariat, dan BUMD Pemkot Malang. Kemudian website terbaik untuk OPD, Sekretariat, dan BUMD Pemkot Malang. Website terbaik antar kelurahan, website terbaik SMP negeri se Kota Malang dan kategori website terfavorit.

"Kita sudah menggelar perlombaan ini sejak bulan Mei yang lalu, dan malam ini penghargaan itu kami berikan. Tentunya dengan sajian hiburan yang menarik dengan tema persatuan," ujar Kabid Informasi Publik Diskominfo Kota Malang, Ismintarti.

Ia menjelaskan, ajang AIKID tersebut sebagai salah satu bentuk memacu era revolusi industri 4.0, yang tengah digencarkan Pemkot Malang menuju Smart City. Dimana hal itu memerlukan sinergitas antar berbagai pihak dengan konsep Pentahelix (Akademic, Business, Community, Government, dan Media).

 

 

Menariknya, menyambut ajang penghargaan malam nanti, pengunjung disuguhi berbagai pameran berbasis digital baik dari segi pelaku usaha, akademisi, dan yang lainnya. 

"Kita melibatkan berbagai provider di Kota Malang untuk memamerkan konsep digital mereka, kemudian akademisi juga, dan pemerintahan. Pentahelix ya, karena untuk mewujudkan Malang Smart City itu tidak mungkin pemerintah berjalan sendiri. Semuanya terlibat dalam hal ini," imbuhnya

Dalam proses penilaian AIKID sendiri juga melibatkan salah satu juri dari Media Online MalangTIMES, yakni Aditya Fachril Bayu Anandhika. Ia menyatakan, ajang AIKID menjadi sebuah event di era 4.0 yang bisa mengaktifkan kreativitas segala lini. Baik dari lingkup pemerintahan, hingga kaum muda di sekolah-sekolah.

"Kedepan pengelolaan medsos dan website tentu akan menjadi hal yang sangat positif melalui pengelolaan masing-masing pihak terkait. Sehingga informasi yang banyak bertebaran dan banyak mengandung hoaks juga bisa terantisipasi," ungkap nya.

Ia berharap, ajang ini tidak hanya berhenti pada pengelolaan medsos atau website saja. Melainkan, bisa menggandeng elemen lain seperti youtuber atau selebgram dalam membawa konsep digitalisasi masing-masing pihak terkait.

"Selanjutnya, ini harus lebih besar dan maju mungkin dengan melibatkan elemen lain. Seperti youtuber, atau selebgram. Sehingga melalui hal itu bisa lebih membranding Kota Malang sendiri melalui teknologi," pungkas nya.