Kemenkominfo Ajak Ratusan Milenial di Malang Tingkatkan Literasi Keuangan

MALANGTIMES - Membangun usaha tak cukup dengan modal inovasi dan kreativitas, tetapi juga kemampuan manajemen keuangan yang baik.  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hari ini (10/10/2019) mengajak sekitar 150 anak milenial di Kota Malang untuk meningkatkan literasi keuangan. 

Kegiatan bertajuk ’Creativetalks Pojok Literasi Edukasi Generasi Millenials Kota Malang dalam Merencanakan Keuangan’ ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan generasi milenial. Selain itu, mendorong milenial menjadi partner pemerintah dalam melakukan literasi keuangan kepada publik.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kemenkominfo Septriana Tangkary menilai, anak-anak muda di Kota Malang sangat kreatif. Hal itulah yang menjadi salah satu alasan pemilihan kota pendidikan sebagai kegiatan literasi keuangan seperti ini. "Kami sangat kagum. Teman-teman di Malang sangat kreatif," kata Septriana di sela kegiatan.

Menurut dia, gerakan digital di Kota Malang ini harus dimulai dengan merencanakan keuangan generasi milenial. Tujuannya, memberikan efek positif bagi sesama generasi milenial. "Strategi melalui kegiatan creative talks yang menyasar millenial ini adalah sebagai forum untuk mengembangkan wawasan dalam rangka meningkatkan pemahaman kaum millenial terhadap perencanaan keuangan," tuturnya.

Septriana menyebut, saat ini peran pemerintah sudah mengalami pergeseran. Tidak hanya sebagai regulator tetapi juga fasilitator bagi masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhannya. "Pemerintah saat ini mengurangi peran reguler dan lebih banyak menjadi fasilitator bahkan akselerator," imbuhnya.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Malang Sutiaji. Dalam sambutannya, Sutiaji berkomitmen jika Kota Malang merupakan barometer ekonomi kreatif di Indonesia. "Kegiatan ini sesuai dengan misi Kota Malang yang menjadi daya tawar di nasional. Ini juga jadi dorongan start up yang semakin tumbuh subur," ungkap Sutiaji.

Ditambah lagi dengan adanya operasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang merupakan sinergi Kementrian Pariwisata dan Kominfo. "Pemkot Malang juga telah menyediakan anggaran untuk sektor ekonomi digital, ada Rp 5 miliar yang langsung masuk ke sana," tegasnya.

Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal, IKNB dan EPK OJK Regional Malang, Edy Rachmadi Wibisono dalam paparannya mengingatkan agar milenial tidak tergoda mencari bantuan modal dengan meminjam dana pada pinjaman online atau fintech ilegal. "Fintech ilegal sangat berbahaya bagi masyarakat. Jadi hindari peminjaman uang dari fintech ilegal," tegasnya. 

Top