Gubernur Jawa Timur, Soekarwo (Foto: dok. malangtimes)
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo (Foto: dok. malangtimes)

MALANGTIMES - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) dalam Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kabupaten/Kota Provinsi Jawa Timur, mencatat sebanyak 18 Kota/kabupaten di Jatim mendapatkan skor CC, 10 daerah mendapat skor C dan 10 sisanya mendapatkan skor B. 

10 daerah yang meraih skor B diantaranya yaitu, Kota Malang, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Banyuwangi, Kota Madiun, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Madiun, Kabupaten Bojonegoro dan Kota Surabaya. 

Sedangkan pada tingkatan Provinsi, hanya Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang mampu meraih skor A.

Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, dalam kesempatan ini, mengkritisi pola dan kriteria evaluasi kinerja Pemerintahan, yang diletakkan pada progress serapan anggaran. 

"Penyerapan uang tidak selalu lurus sama dengan penyerapan proyek. Ini karena rekanan lebih cenderung melakukan pencairan pada termin 1 atau termin akhir (termin 4), sehingga terkesan pada triwulan 2 dan 3 kegiatan tidak berjalan," kata Soekarwo di Gedung Grahadi, Surabaya, Jumat (5/2 /2016). 

Padahal realita di lapangan, proyek tersebut, terus berjalan dan bergerak, namun karena tidak ada pencairan anggaran maka dinilai dan dievaluasi tidak ada progress.

"Kalau ini yang (semata) jadi ukuran, maka bisa menyesatkan dan mungkin kurang akurat untuk dijadikan tolak ukur kinerja SKPD atau Pemerintah," tegas Soekarwo. (*)