Kepala Otoritas Jasa Keuangan Indra Krisna memberikan sambutan dalam pertemuan tahunan pelaku jasa keuangan di Hotel Savana Malang, Kamis (4/2/2016). (foto: yolanda/malangtimes)
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Indra Krisna memberikan sambutan dalam pertemuan tahunan pelaku jasa keuangan di Hotel Savana Malang, Kamis (4/2/2016). (foto: yolanda/malangtimes)

MALANGTIMES - Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menggelar pertemuan tahunan dengan pelaku industri jasa keuangan 2016 di Hotel Savana Kota Malang, Kamis (4/2/2016). Acara pertemuan tersebut dihadiri oleh Anggota Komisi XI DPR-RI, Andreas Eddy Susetyo, Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji, Wakil wali Kota Batu, Punjul Santosa serta 200 cabang perusahaan industri jasa keuangan.

Acara tersebut digelar dengan tujuan mendorong industri jasa keuangan untuk meningkatkan kontribusinya dalam pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatkan daya saing, khususnya menghadapi era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Diperkirakan perekonomian Indonesia pada tahun ini akan diwarnai beberapa tantangan, sehingga sektor jasa keuangan diharapkan mampu menjadi pilar bangunan ekonomi nasional untuk tetap tumbuh lebih baik.

Kepala OJK Kota Malang, Indra Krisna dalam sambutannya mengatakan OJK akan fokus pada dua hal untuk menggairahkan kegiatan ekonomi produktif.

Pertama, akan meningkatkan kemampuan UMKM dan pengembangan ekonomi daerah. Kedua, mendorong pemanfaatan sektor jasa keuangan untuk pembiayaan-pembiayaan yang memerlukan sumber dana jangka panjang dan mendorong korporasi menjadi lokomotif perekonomian nasional.

"Jika dua area itu kuat, kita yakin dapat memperbaiki struktur ekonomi nasional," ujarnya.

Indra menambahkan, jika seluruh potensi sektor jasa keuangan dapat ikut disintegrasikan sehingga dapat menghasilkan sinergi yang besar untuk mendukung upaya pencapaian pertumbuhan yang lebih kuat dan langgeng ke depan.

Selain itu, ia melanjutkan, OJK juga akan mendirikan Pusat Pengembangan Keuangan Mikro dan Inklusi (OJK Proksi) yang akan memfasilitasi kegiatan penelitian, pengembangan kapasitas pelaku industri jasa keuangan dan memberikan masukan bagi arah pengembangan UMKM yang lebih terstruktur baik di pusat maupun di daerah.

"Kebijakan OJK tersebut akan lebih efektif jika industri keuangan melakukan perubahan paradigma dalam  meningkatkan inovasi, efisiensi dan daya saing," tambahnya.  (*)