Rakyat Menagih Janji Bupati

Pembangunan Berbasis Desa, Pemerintah dan Rakyat Harus Kompak

Jan 31, 2016 19:21
Drs Irawan M. Hum, Antropolog Universitas Negeri Malang. (Foto: Hilmy / MALANGTIMES)
Drs Irawan M. Hum, Antropolog Universitas Negeri Malang. (Foto: Hilmy / MALANGTIMES)

MALANGTIMES - Mewujudkan visi Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Malang, Rendra-Sanusi, sinergi yang baik antara pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan masyarakat mutlak diperlukan.

Hal itu seperti disampaikan Drs Irawan M. Hum, Antropolog Universitas Negeri Malang. Kepada MALANGTIMES ia mengungkapkan bahwa, dalam pembangunan berbasis desa akan tercapai maksimal apabila masyarakat ikut turut aktif.

Baca Juga : Mokong Keluyuran Malam Hari, Warga Jalani Rapid Test Covid-19 di Tempat

Ia menambahkan, pembangunan berbasis desa yang juga program pemerintah pusat, yang diwujudkan dalam bentuk anggaran dana desa masyarakat harus proaktif mengawasi realisasinya di lapangan.

"Dalam memberdayakan desa, saya menangkap itu sebetulnya bukan berapa anggaran yang dikucurkan tapi bagaimana kesiapan desa dalam mewujudkan anggaran tersebut dalam program pemberdayaan masyarakat," ujar Irawan.

Artinya, lanjut Irawan, pemerintah kabupaten kemudian pemerintah desa bukan sekedar menerima lalu mewujudkan anggaran tersebut dalam wujud program, tidak sekedar program, namun program yang harus dapat benar-benar memberdayakan masyarakat setempat.

"Pemerintah dari atas hingga ujung bawah punya kesiapan secara hukum, itu baru nanti masih akan ada titik formalitas, dalam artian sebagai lembaga paling ujung, pemerintah desa harus punya kesiapan, baru nanti masyarakat," lanjut pria yang berdomisili di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang ini.

Terkadang, persoalannya ada di masyarakat. "Bottom up, dengan pancingan itu masyarakat kan bisa mencaplok dalam artian mestinya menyambut naik, bukan menerima saja, Ini sikap masyarakat pada umumnya yang masih cenderung sebagai wong cilik, ibarat surgo nunut, neroko katut atau apa kata Pejabat," terangnya.

Sehingga diharapkan adanya peran serta masyarakat dalam pembangunan di tataran masyarakat desa. "Berhadapan dengan aspek sosio kultural, masyarakat tanggap, bisa dari strata tertentu dari desa bisa mengakses potensi dari pusat kemudian mengaplikasikan di desa," katanya.

Baca Juga : Usul Pemakaman Nakes Covid-19 di TMP & Anugerah Bintang Jasa Berujung Bully untuk Ganjar

Selain itu, ia berpesan, "Ibaratkan sapi perah, maka dia bisa kredit nanti hasil perahan sapi itu yang digunakan untuk mengangsur, ketika sapi tidak produktif, itu untungnya, sapinya tua, susunya kering sudah tak lagi produktif, dan hanya itu yang bisa dinikmati."

Artinya, kata dia dari pengibaratan yang dia maksudkan "Jangan sampai besarnya anggaran desa, desa hanya menerima ampasnya saja."

Sehingga, dalam memberdayakan masyarakat di tingkat desa dengan suplai anggaran dari pemerintah pusat yang wujudnya dalam anggaran dana desa diharapkan ada sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan masyarakat setempat yang turut mengawasi dan proaktif menjalankan program dari anggaran tersebut. (*)

Topik
Rakyat Menagih JanjiPembangunan DesaRakyat Pemerintah Kompak
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru