Komisi Pemeberantasan Korupsi

MALANGTIMES - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan upaya edukasi terhadap masyarakat tentang bahaya korupsi yang terjadi di negeri ini.

"KPK tidak akan bisa sendirian, kita harus mengajak masyarakat semua terus berjuang, sehingga korupsi bisa dihilangkan dari negara kita,”kata Agus Rahardjo, Ketua KPK.

Menurut Agus, film adalah salah satu media yang dapat menularkan nilai-nilai anti korupsi kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat akan sadar tentang bahayanya korupsi di lingkungan mereka.

Bertepatan pada Jumat (29/1/2016), KPK meluncurkan  peluncuran dan pemutaran tiga film dokumenter bertema antikorupsi bekerja sama degan Transparency International Indonesia (TII). 

Terdapat tiga judul film yang diluncurkan. Yang pertama, Menjaga Anak Kandung Reformasi yang berkisah tentang sejarah pembentukan KPK, dan yang kedua Bergerak dari Daerah yang berkisah tentang gerakan masyarakat mendukung pemberantasan korupsi. 

Sedangkan yang ketiga adalah film dokumenter Asa di Kekait Daye, yang mengisahkan perjuangan anak-anak muda Desa Kekait Daye, Kabupaten Lombok Barat, yang telah memberikan kontribusi penting dalam pemantauan pelayanan publik, khususnya dalam bidang kesehatan.

Selain itu, dengan adanya tiga film ini, Agus sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh TII dan komunitas-komunitas yang membuat film dokumenter antikroupsi sebagai media sosialisasi.

“Mudah-mudahan cara ini akan melawan korupsi itu hilang di masyarakat,”jelasnya.

Sebelum menggelar pemutaran tiga film dokumenter tersebut, sebuah penampilan aksi teatrikal dipersembahkan dari teater KosaKata. Dalam aksi tersebut digambarkan sebuah proyeksi ironi di negeri ini, tergambar para koruptor yabg kerap menindas rakyat, menyalahgunakan kewenangannya semena-mena. Acara ini, dimeriahkan pula oleh band indie Marjinal, yang kerap membawakan lagu-lagu antikorupsi. (*)