Televisi Rakitan Kusrin Kini Telah Ber-SNI

MALANGTIMES - Meskipun sempat dimusnahkan oleh Kejaksaan Karanganyar, Jawa Tengah, karena dianggap tidak memenuhi standarisasi, kini nampaknya Kusrin bisa bernafas lega. Itu karena TV buatannya telah menyandang status SNI. Bahkan karyanya mendapat apresiasi khusus dari Presiden RI, Joko Widodo. 

Presiden Jokowi dengan didampingi Menteri Perindustrian, Saleh Husin pada sekitar pukul 09.00 WIB menerima Muhammad Kusrin, perakit televisi asal Karanganyar. TV Kusrin saat ini sudah mendapatkan penghargaan SPPT - SNI Cathode Ray Tube (CRT) TV.

Dalam pertemuan dengan Presiden, Kusrin juga menjelaskan tahapan-tahapan untuk memperoleh perizinan sudah dipenuhi. 

"Sehingga, dikeluarkanlah standard SNI, karena Mas Kusrin sudah memenuhi persyaratan-persyaratan yang diperlukan," ucap Johan Budi, staf Khusus Presiden bidang Komunikasi seperti dilansir laman resmi pemerintah, setneg.go.id. 

Sementara itu, Menteri Perindustrian Saleh Husin mengatakan bahwa sudah menjadi tugas dari kementerian yang dipimpinnya untuk melakukan pembinaan kepada pelaku industri.

Sehingga apa yang dilakukan pelaku industri, seperti Kusrin, secara legal dapat dibenarkan dan secara industri sudah layak untuk dipasarkan. 

"Ini adalah produk yang dihasilkan oleh Mas Kusrin. Dan SNI yang sudah didapat itu, inilah yang ditunggu oleh Mas Kusrin selama ini," ucap Menperin sambil menunjukkan televisi rakitan Kusrin.‎

Menperin menggarisbawahi bahwa selama ini Presiden sering memberi perhatian terhadap pengusaha kecil seperti Kusrin. 

Ke depan, lanjutnya, Kementerian Perindustrian akan melakukan pembinaan agar Kusrin dapat memiliki produk dengan merk sendiri. "Sehingga nilai jualnya akan lebih meningkat," ucap Menperin.‎

Saleh menjelaskan bahwa poduk televisi rakitan Kusrin ini menggunakan bahan dari komputer bekas yang didaur ulang, "Dengan keahlian Mas Kusrin dapat  menjadi suatu produk yang bernilai tinggi," ujarnya.

Dijelaskannya bahwa merek dalam kardus televisi yang tertulis Maxreen berasal dari kata Mas Kusrin.‎ "Ini punya remote, punya kartu garansi," ucap Saleh Husin. 

‎Segmen pasar televisi Maxreen ini ada tersendiri, sehingga tidak bersentuhan dengan segmen pasar produk pabrikan. 

"Pangsa pasarnya menengah ke bawah, karena dijualnya perunit dengan harga Rp 400-500 ribu, dan beliau bisa menjual setiap hari kira-kira hingga 150 unit," tandasnya. (*)

Top