MENYEGARKAN : Air Terjun Coban Rais yang masih bening terhempas ke bebatuan dari ketinggian sekitar 90 meter, Sabtu (23/1/2016). (Foto: nurliana ulfa/batutimes)
MENYEGARKAN : Air Terjun Coban Rais yang masih bening terhempas ke bebatuan dari ketinggian sekitar 90 meter, Sabtu (23/1/2016). (Foto: nurliana ulfa/batutimes)

MALANGTIMES – Kota Batu menawarkan destinasi wisata alam yang menarik. Seperti air terjun Coban Rais yang ada di Dusun Dresel Desa Oro-Oro Ombo Kota Batu. Air terjun setinggi 90 meter ini tercurah deras di tengah-tengah rimbunnya hutan Dusun Dresel. Air terjun ini menjadi primadona bagi para pecinta alam maupun wisatawan yang merindukan pemandangan alam.

Baca Juga : Curhat Pelaku Pariwisata ke Menteri Pariwisata Wishnutama, Seperti Apa ?

Untuk sampai di air terjun, wisatawan harus melalui jalan setapak sejauh 1,5 kilometer dari check point atau loket. Medan yang dilalui cukup menantang bagi pecinta alam karena jalur lintas di tengah hutan yang masih rimbun dan terjal.

Perjalanan sekitar satu jam tersebut akan terbayar ketika sampai di air terjun. Cuaca sejuk dan air bening dapat dinikmati wisatawan setelah melalui perjalanan panjang. Sumber air di Coban Rais inilah yang mengalir ke rumah-rumah warga di Dusun Dresel dan menjadi sumber kehidupan mereka.

Konon, menurut masyarakat sekitar, nama Coban Rais diberikan karena hilangnya seorang tokoh masyarakat Dusun Dresel yang pergi mencari kayu di hutan. Seperti yang diceritakan oleh Tri Agus Susilo, Koordinator Wisata RPH Perhutani KPH Malang.

Baca Juga : Penutupan Tempat Wisata dan Hiburan di Kota Batu Diperpanjang sampai 21 April

”Cerita yang yang berkembang di masyarakat sekitar, Pak Rais yang pergi mencari kayu di hutan tersebut hilang di area air terjun. Karena beliau adalah tokoh masyarakat yang dihormati dan memiliki relijiusitas kejawen yang tinggi, maka masyarakat mengenang beliau dengan memberi nama Coban Rais,” jelas Agus.

Kini destinasi wisata alam yang dikelola oleh Perhutani KPH Malang tersebut terus mengalami pembenahan dan perkembangan. Pembenahan meliputitempat parkir, ruang medis, arena outbond, camping ground, musala, juga pembersihan sampah di kawasan air terjun seminggu sekali. (*)