JAUH DARI TANAH: Dengan posisi tanaman yang tidak langsung menempel tanah, maka risiko busuk bisa diminimalisir. (nurliana ulfa/batutimes)
JAUH DARI TANAH: Dengan posisi tanaman yang tidak langsung menempel tanah, maka risiko busuk bisa diminimalisir. (nurliana ulfa/batutimes)

MALANGTIMES – Musim hujan tidak jarang menjadi momok bagi para petani, baik sayur maupun buah. Sebab percikan air hujan yang mengenai daun atau buah bisa membuat daun atau buah membusuk. Namun cara bertanam vertikultur dapat menjadi alternatif untuk menghindari busuk buah di musim penghujan. Vertikultur atau singkatan dari bahasa Inggris vertical culture adalah teknik bertanam secara vertikal atau bertumpuk dengan media tanam berupa paralon, bambu, atau besi.

Taufik Abdul Rouf, salah satu warga Desa Punten, Kecamatan Bumiaji Kota Batu telah merintis vertikultur mulai 3,5 bulan yang lalu. Ia memilih menanam stroberi. “Cara bertanam dengan vertikultur ini dilakukan dengan vertikal atau dari bawah ke atas. Hal tersebut membuat tanaman tidak langsung menempel ke tanah,” jelas ayah dua anak ini.

Baca Juga : 6 Gunung Erupsi Bersamaan, Mulai di Tanah Jawa, Maluku, hingga Sumatera

Tidak langsung menempelnya buah stroberi pada tanah tersebutlah yang membuat buah terhindar dari kebusukan di musim penghujan. “Kalau menanam di atas tanah, terkena hujan deras pasti busuk. Tetapi dengan vertikultur, karena menanamnya di dalam paralon berisi tanah dan pengairan yang cukup, buah bisa terhindar dari kebusukan,” papar Taufik.

Di pekarangan rumahnya, Taufik menanam 1500 tanaman stroberi. Taufik membuat sejumlah lubang di paralonnya dengan jarak satu lubang dengan lubang lainnya sekitar 30 cm. Lubang tersebut agar tanaman bisa hidup dan mendapatkan sinar matahari yang cukup.

“Sinar matahari dan pengairan yang cukup, serta tempat hidup tanaman yang tidak langsung menempel pada tanah ini, memungkinkan kita untuk bertanam buah atau sayur di musim penghujan tanpa takut busuk,” tambah Taufik. (*)