Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Keluarga Dibantai Oknum Diduga Polisi, Petani Sawit Ini Mengadu di Podcast Uya Kuya

Penulis : Mutmainah J - Editor : Nurlayla Ratri

28 - Jan - 2023, 18:33

Momen keluarga petani sawit asal Hilir Riau mengadu atas tindakan kriminalisasi yang mereka alami dalam podcast Uya Kuya yang didampingi pengacara Komaruddin Simanjuntak. (Foto dari Youtube Uya Kuya)
Momen keluarga petani sawit asal Hilir Riau mengadu atas tindakan kriminalisasi yang mereka alami dalam podcast Uya Kuya yang didampingi pengacara Komaruddin Simanjuntak. (Foto dari Youtube Uya Kuya)

JATIMTIMES - Podast Uya Kuya dipilih oleh keluarga asal Riau sebagai wadah pengaduannya terkait peristiwa mencekam yang ia alami bersama keluarganya.

Keluarga petani sawit yang berasal dari Rokan Hilir, Riau itu mengaku telah mendapat siksaan dari polisi. Tak hanya itu, keluarga itu juga mengaku bahwa rumahnya telah dibakar dan dilakukan perampasan pada kebun sawitnya.

Pengaduan yang dilakukan oleh tiga orang perempuan itu mendapat pendampingan dari pengacara ternama, Komaruddin Simanjuntak.

Dalam video podcast yang diunggah Uya Kuya pada Rabu (25/1/2023) di kanal YouTube pribadinya, Komaruddin menjelaskan bahwa ketiga perempuan itu adalah korban pembantaian yang mana oknumnya adalah anggota kepolisian dari daerah asal ketiga perempuan itu, yakni Hilir Riau.

Dalam video itu, Simanjuntak mengatakan peristiwa itu terjadi pada 2010. Pada saat itu, pemilik kebun sawit yang merupakan suami dari salah satu perempuan dalam podcast Uya itu ditahan oleh pihak kepolisian.

Podcast Uya

Setelah ditahan, istri dan juga anak dari pemilik kebun sawit itu mendatangi kantor yang menahan suami dan ayahnya itu. 

Penahanan itu dilakukan karena pemilik kebun sawit enggan menandatangani surat yang meminta agar kebun sawit itu dilepas kepemilikannya. Ia kemudian dipaksa untuk menandatanganinya dengan cara ditahan.

Singkat cerita, suami dari pemilik kebun ini awalnya menandatangani surat pelepasan kebun sawit itu namun hanya 10 hektare saja dari 500 hektare.

Namun, setelah tanda tangan itu, hak-hak dari perjanjian itu tidak didapat pemilik kebun sawit. Malah setelah itu datang lagi polisi yang lain untuk merenggut sisa kebun sawit mereka hingga habis. Sadisnya lagi, kepala polisi Hilir Riau itu juga seolah tutup mata dalam peristiwa itu.

Usai direnggut kebun sawitnya, rumah dari pemilik kebun sawit itu juga dibakar oleh oknum suruhan tak dikenal. Selain dibakar, rumah lainnya yang dimiliki oleh keluarga petani sawit itu juga dirampas beserta surat-suratnya.

Tak berhenti disitu saja, kekejaman terus berlanjut dengan penganiayaan oleh para mafia itu hingga mengakibatkan tewasnya suami atau pemilik kebun sawit itu.

Bahkan, istri dari pemilik kebun itu juga menjadi target sasaran selanjutnya para mafia itu. Beruntungnya ia diselamatkan oleh Kapten TNI Angkatan Darat (AD).

Menurut penuturan di podcast itu segala cara sudah dilakukan keluarga petani, seperti mengadu, mendatangi polisi hingga membuat Tiktok.

Bahkan, keluarga petani sawit ini juga sempat mendatangi Istana Negara Jakarta untuk bertemu langsung dengan Jokowi. 

Percobaan pengaduan itu bukan sekali atau dua kali, keluarga itu menuturkan bahwa mereka tiga kali ke Jakarta (ke Istana Negara) namun tak pernah bertemu Jokowi. Bahkan, mereka sampai memanjat pagar istana kemudian ditangkap.

"Tiga kali kami datang ke Istana, gagal semua," ujar keluarga itu.

Dengan bantuan pengacara Komaruddin, keluarga ini bertekad untuk terus memperjuangkan keadilan. 

Komaruddin pun mengaku akan mengawal perkara ini sampai tuntas. Ia kemudian mengingat perjuangannya memperjuangkan keadilan untuk keluarga alm. Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Podcast Uya Kuya itu kemudian dipenuhi komentar dukungan dari warganet. Banyak warganet yang menyuarakan keadilan dalam unggahan Uya Kuya itu.

"Miris melihat hukum di negara ini," tulis @HEN JE

"Ayo viralkan saudara atas nama KEADILAN BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA," tulis @Melly Widdiawati

"AYO VIRALKAN KAWAN2 NETIZEN SEMUA!!!!," tulis @Muhammad***.

"Semoga segera direspon oleh pemerintah n ditelusuri kebenarannyah oleh pemerintah serta diungkapkan kepada masyarakat," tulis @Bosanga***. 


Topik

Peristiwa


Bagaimana Komentarmu ?


JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Nurlayla Ratri