Malangtimes

Diduga Ajarkan Paham Wahabi, Masjid Usman Bin Affan Pamekasan Didatangi Ribuan Warga

Jan 25, 2023 19:41
Ribuan warga yang mengatasnamakan aswaja saat mendatangi kompleks Masjid Usman Bin Affan.(Foto:Ist/JTN)
Ribuan warga yang mengatasnamakan aswaja saat mendatangi kompleks Masjid Usman Bin Affan.(Foto:Ist/JTN)

JATIMTIMES - Ribuan massa yang mengatasnamakan Aswaja mendatangi Masjid Usman bin Affan  di Dusun Nyalabuh Permai, Desa Nyalabuh Laok, Kabupaten Pamekasan, Rabu (25/1/2023) sore.

Kedatangan mereka menuntut agar Masjid Usman bin Affan ditutup karena diduga telah menyebarkan ajaran menyimpang  berkedok lembaga pendidikan.

Sebelumnya, viral di media sosial potongan video ceramah Yazir Hasan yang berkhotbah di Masjid Usman Bin Affan. Dia mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW  termasuk perkara bid'ah yang berasal dari ajaran Yahudi.

Ceremah itu yang membuat warga geram dan mendatangi Masjid Usman Bin Affan. Massa yang datang dari berbagai wilayah tersebut memaksa masuk ke lingkungan masjid sehingga sempat terlibat saling dorong dengan aparat keamanan.

Korlap aksi Ahmad mengatakan bahwa ajaran yang dibawa oleh Yazir Hasan selaku pimpinan Masjid Usman bin Affan meresahkan masyarakat karena dianggap menyimpang.

"Dakwah yang dilakukannya mengajarkan paham-paham wahabi yang tidak sesuai dengan ajaran masyarakat sekitar," tandasnya.

Selain itu, Yasir dianggap telah menyakiti warga Nahdliyin dengan menyebut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW  perkara bid'ah yang berasal dari ajaran Yahudi.

"Bahkan telah menyebarkan berita bohong mengatasnamakan muassin Nahdlatul Ulama, yaitu Hadratussyekh Hasyim Asy'ari, tentang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW," katanya.

Menyikapi tuntutan warga, Kepala Desa Nyalabuh Laok Ach. Fakhor Rozi langsung melakukan penyegelan terhadap Masjid Usman Bin Affan. "Per hari ini, semua aktivitas di Masjid Usman bin Affan tidak lagi diizinkan dan ditutup. Saya tidak mau ada konflik di desa ini," tegasnya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru