Malangtimes

Kumpulkan Staf Perencana Perangkat Daerah, Sutiaji Minta Diposisikan Bukan Wali Kota Malang

Jan 24, 2023 18:08
Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu (tengah duduk) saat mendampingi Wali Kota Malang Sutiaji yang berdialog dengan seluruh staf perencanaan di lingkungan Pemkot Malang di Malang Creative Center (MCC), Selasa (24/1/2023). (Foto: Dok. JatimTIMES)
Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu (tengah duduk) saat mendampingi Wali Kota Malang Sutiaji yang berdialog dengan seluruh staf perencanaan di lingkungan Pemkot Malang di Malang Creative Center (MCC), Selasa (24/1/2023). (Foto: Dok. JatimTIMES)

JATIMTIMES - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang menghadirkan seluruh staf perencanaan masing-masing organisasi perangkat daerah (PD) untuk berdialog dengan Wali Kota Malang Sutiaji. Kegiatan itu bertajuk Zero Zone Malang Future. 

Kepala Bappeda Kota Malang Dwi Rahayu menyampaikan, kegiatan Zero Zone Malang Future yang masih pertama digelar ini bermula ketika pada Kamis (19/1/2023) sampai Sabtu (21/1/2023) digelar konsinyering dengan seluruh staf perencanaan. 

"Hari Kamis, Jumat, Sabtu, kami itu kan melaksanakan konsinyering dengan seluruh staf perencanaan. Pak Wali memberikan sambutan. Kemudian saat itu beliau sampaikan pingin kumpul dengan seluruh perencana sampai di tingkat kelurahan karena perencana ini banyak unek-uneknya," ungkap Dwi, Selasa (24/1/2023). 

Mantan kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Malang ini mengatakan, setelah adanya permintaan dari Wali Kota Sutiaji tersebut, akhirnya seluruh staf perencanaan dikumpulkan. Mereka berdialog langsung dengan Wali Kota Sutiaji di Malang Creative Center (MCC) tanpa sekat dan seluruhnya lesehan. 

"Makanya itu Pak Wali pinginnya kumpul-kumpul lesehan dan nggak boleh dikasih alas. Harus bawa masing-masing itu supaya merasa di sini kita barengan. Pak Wali juga minta agar dipanggil Sam saja dan minta dianggap bukan wali kota ketika berdialog dengan perencana," ujar Dwi. 

Namun, dikarenakan kegiatan Zero Zone Malang Future bersama Wali Kota Malang Sutiaji ini  baru pertama digelar, belum semua staf perencana secara lantang dan berani menyampaikan keluhannya. 

"Maka tugas kami nanti memberikan arahan-arahan ke seluruh perencana hingga ke kelurahan, kalau Pak Wali sudah mengagendakan acara seperti ini, ayo disampaikan saja kesulitannya apa," kata Dwi. 

Harapannya, dengan beragam permasalahan dan keluhan yang dirasakan oleh staf di bawah, Wali Kota Malang Sutiaji dapat menjalankan perencanaan menjadi lebih lancar. 

"Tadi Pak Wali sudah menjanjikan masukan-masukan dari bawah ini akan beliau bawa ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Artinya, kepala perangkat daerah ini harus mengerti, ada kesulitan di bawah," ujar Dwi. 

Sementara itu, jika terdapat permasalahan-permasalahan yang sekiranya tugas dan fungsinya bukan berada di tangan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang, harapannya  keluhan yang didengar langsung oleh Wali Kota Malang Sutiaji dapat diteruskan ke pemegang kebijakan di atasnya. Namun sebelumnya akan dikonsultasikan terlebih dahulu kepada Inspektorat maupun Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait penggunaan anggaran.

 "Mungkin yang terpenting di Inspektorat dan BPK. Kalau misalnya kami melaksanakan ini, temuan nggak, bermasalah nggak, kan seperti itu. Karena ini kebutuhan masyarakat," pungkas Dwi. 

Sebagai informasi, dalam kegiatan Zero Zone Malang Future bersama Wali Kota Malang Sutiaji tersebut, hadir pula Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Malang Diah Ayu Kusuma Dewi, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Malang Subkhan, serta Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Eko Sri Yuliadi. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru