Malangtimes

Gara-gara Tak Kirim Tank Lepard untuk Ukraina, Eropa Tinggalkan Jerman

Jan 24, 2023 11:39
Ilustrasi perang antara Rusia dan Ukraina. (Foto dari interenet)
Ilustrasi perang antara Rusia dan Ukraina. (Foto dari interenet)

JATIMTIMES - Para menteri luar negeri Uni Eropa (UE) telah sepakat mengalokasikan tambahan 500 juta euro untuk bantuan militer bagi Ukraina.

Kesepakatan itu diambil setelah negara-negara itu melakukan pertemuan di Brussel. Kesepakatan itu sebelumnya sempat gagal lantaran Jerman yang masih tidak mau mengirimkan Tank Leopard ke Ukraina.

Pejabat Swedia dan Ceko mengatakan, para menteri luar negeri menyetujui paket 500 juta euro bersama dengan 45 juta euro.

"Peralatan tidak mematikan" untuk misi pelatihan militer Uni Eropa untuk Ukraina," katanya, dikutip dari Reuters.

"Kami tetap teguh dalam dukungan kami untuk Angkatan Bersenjata Ukraina," cuit Swedia yang memegang jabatan presiden bergilir Uni Eropa.

Ketika tiba di pertemuan Brussel, Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock menolak untuk menguraikan komentar pada hari Minggu ketika dia mengatakan bahwa Berlin tidak akan menghalangi jalan Polandia. Dia hanya mengatakan penting untuk "melakukan semua yang kami bisa untuk mempertahankan Ukraina".

Partai Demokrat Sosial kiri-tengah Kanselir Olaf Scholz berpendapat bahwa Barat harus menghindari gerakan tiba-tiba yang dapat meningkatkan perang.

Menurut beberapa menteri, izin Jerman untuk mengirimkan bantuan Tank Leopard ke Ukraina sangatlah penting.

Tank Leopard Jerman, yang diterjunkan oleh tentara di seluruh Eropa, secara luas dianggap paling cocok untuk Ukraina, tetapi Berlin harus mengesahkan penjualannya dan belum melakukannya.

Sementara, Polandia sebelumnya mengatakan akan meminta izin kepada Jerman untuk mengirim tank Leopard ke Ukraina tanpa menghiraukan apakah Berlin setuju atau tidak selama negara lain juga melakukannya.

"Pada titik ini tidak ada argumen yang baik mengapa tank tempur tidak dapat disediakan," kata Menteri Luar Negeri Latvia Edgars Rinkevics saat tiba di pertemuan Brussel.

Menteri Luar Negeri Estonia Urmas Reinsalu mengatakan, Jerman sebagai "mesin Eropa" memiliki tanggung jawab khusus untuk membantu Ukraina.

Sementara, menurut Menteri Luar Negeri Lithuania Gabrielius Landsbergis, tank tidak boleh ditahan satu hari lagi.

Menteri Luar Negeri Luksemburg Jean Asselborn memprediksi Rusia akan memenangkan perang jika Eropa terus diam. 

Sementara seorang diplomat UE berpendapat bahwa Jerman tidak suka adanya dorongan yang bersifat penekanan.

"Jerman tidak suka didorong, mereka memperingatkan itu bisa menjadi kontraproduktif," kata diplomat itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru