Malangtimes

Mantan Kepala Kabareskrim Sebut Tuntutan Pada Richard Eliezer Tidak Adil

Jan 23, 2023 14:49
Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) Komisaris Jenderal (Purnawirawan) Susno Duadji. (Foto dari internet)
Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) Komisaris Jenderal (Purnawirawan) Susno Duadji. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Tuntutan yang dijatuhkan kepada Bharada Richard Eliezer alias Bharada E banyak mendapat perhatian dari berbagai pihak. Seperti diketahui, Bharada E dituntut jaksa 12 tahun penjara dalam kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Yang terbaru, Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) Komisaris Jenderal (Purnawirawan) Susno Duadji pun turut merespons terkait tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) pada Bharada E itu.

Dalam sebuah pernyataan, Susno mempertanyakan peran Bharada E dalam kasus tersebut sementara dirinya telah mengakui semua yang terjadi dalam peristiwa berdarah itu. Ia kemudian kembali mempertanyakan terkait tuntutan yang dijatuhkan pada Bharada E itu.

"Adilkah nuntut Eliezer dengan 12 tahun penjara, padahal Eliezer lah yang membuka perkara ini," ujar Susno Duadji, dikutip dari VIVA, Senin (23/1/2023).

Susno kemudian menilai, ada arogansi tersendiri yang perlu diungkap dalam kasus yang melibatkan mantan Kadiv Propam Polri, Ferdy Sambo itu.

"Bahkan Jaksa Agung Muda ngomong, wah kalau saja kita tidak memperhatikan ini mungkim lebih berat lagi, katanya untuk apa si Eliezer ini. Nah ini semacam arogansi, arogansi tidak menunjukan bahwa dia mewakili masyarakat, mewakili rakyat, mewakili korban," tegas Susno.

Susno pun mengatakan sangat geram dengan tuntutan yang dijatuhkan pada Bharada E, dalam kasus tersebut Bharada E lah yang dijatuhkan tuntutan paling tinggi setelah Ferdy Sambo.

"Di kepolisian Eliezer itu sangat dihargai gitu ya, dihargai karena polisi tahu lewat Eliezer inilah skenario daripada Ferdy Sambo terungkap. Tapi sayang di depan peradilan dia sudah jujur, dia sudah berkata benar dan lain-lain kok diganjar dengan hukuman yang paling berat di antara tersangka yang lain di antara terdakwa ini selain Ferdy Sambo," tukas dia.

Sebagi informasi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah menjatuhi tuntutan hukuman kepada Bharada Richard Eliezer alias Bharada E selama 12 tahun penjara dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. Hal yang memberatkan Bharada E dalam kasus ini adalah ia disebut sebagai eksekutor tewasnya Brigadir J.

"Hal-hal yang memberatkan, terdakwa merupakan eksekutor yang mengakibatkan hilangnya nyawa korban Nofriansyah Yosua Hutabarat," ujar jaksa dalam bacakan amar tuntutan di PN Jakarta Selatan pada Rabu (18/1/2023).

Selain disebut sebagai eksekutor, Bharada E dinilai juga telah menimbulkan duka yang mendalam bagi keluarga Brigadir J. 

"Akibat perbuatan terdakwa menimbulkan keresahan, kegaduhan yang meluas di masyarakat," tegas jaksa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru