Malangtimes

Ancaman Rusia Pada Nato soal Kekalahan yang Berujung Perang Nuklir

Jan 21, 2023 12:47
Rusia terancam nuklir AS. (Foto dari internet)
Rusia terancam nuklir AS. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev serukan ancaman pada aliansi militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) terkait kekalahan Rusia dalam perang di Ukraina bisa memicu perang nuklir.

Kemudian, secara terpisah pemimpin Gereja Ortodoks Rusia juga menyatakan bahwa dunia akan berakhir jika Barat berusaha menghancurkan Rusia.

Lalu, dikutip dari Reuters, Sabtu (21/1/2023), retorika apokaliptik bertujuan agar aliansi NATO yang dipimpin Amerika Serikat (AS) agar tidak terlibat lebih jauh dalam perang di Ukraina.

Dalam waktu pekan ini, para sekutu Ukraina dijadwalkan menggelar pertemuan untuk membahas pasokan senjata lainnya.

Namun dalam pengakuan eksplisit, Rusia dikabarkan akan kalah dalam perang dan momen itu merupakan momen langka untuk keraguan publik dari seorang anggota terkemuka lingkaran dalam Presiden Vladimir Putin. Saat ini Medvedev menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia.

"Kekalahan sebuah kekuatan nuklir dalam perang konvensional dapat memicu perang nuklir," cetus Medvedev dalam pernyataan terbaru via Telegram.

"Kekuatan nuklir tidak pernah kalah dalam konflik besar di mana nasib mereka dipertaruhkan," tegas Medvedev yang menjabat Presiden Rusia tahun 2008-2012.

Ancaman lainnya juga dilontarkan oleh Medvedev menjelang pertemuan negara-negara NATO dan para pemimpin pertahanan berbagai negara yang mendukung Ukraina. 

Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung pada Jumat (20/1) kemarin. Pertemuan itu membahas mengenai upaya Barat dalam mengalahkan Rusia di Ukraina.

Medvedev kemudian menegaskan bahwa pemimpin negara-negara NATO seharusnya memikirkan soal risiko dari kebijakan-kebijakan mereka.

Pada waktu yang berbeda, Putin sebelumnya mengatakan 'operasi militer khusus' yang dilakukan Rusia di Ukraina sebagai pertempuran eksistensial dengan Barat yang agresif dan arogan.

Tak hanya itu, Putin juga menegaskan bahwa Moskow akan menggunakan segala cara yang ada untuk melindungi wilayah dan rakyatnya.

Pemimpin Gereja Ortodoks Rusia Patriark Kirill, secara terpisah menyampaikan bahwa upaya untuk menghancurkan Rusia sama saja berarti akhir bagi dunia.

"Kita berdoa kepada Tuhan bahwa Dia mengubah pandangan orang-orang gila dan membantu mereka memahami bahwa setiap keinginan untuk menghancurkan Rusia akan berarti akhir dunia," ucapnya.

"Saat ini adalah waktu yang mengkhawatirkan. Tapi kita meyakini bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan tanah Rusia," imbuh Kirill seperti dikutip kantor berita RIA.

Diketahui, AS dan Rusia merupakan negara dengan kekuatan nuklir terbesar di dunia, yakni memiliki nyaris 90 persen hulu ledak nuklir yang ada di seluruh dunia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru