Malangtimes

Alami Luka Saat Tragedi Kanjuruhan, Polres Malang Berikan Pendampingan Trauma Healing

Jan 20, 2023 18:42
Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana (pegang mikrofon) saat menghadiri agenda Jumat Curhat di pelataran kios Stadion Kanjuruhan. (Foto : Humas Polres Malang for Jatim Times)
Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana (pegang mikrofon) saat menghadiri agenda Jumat Curhat di pelataran kios Stadion Kanjuruhan. (Foto : Humas Polres Malang for Jatim Times)

JATIMTIMES - Salah satu korban tragedi Kanjuruhan, Devito warga Perum Sawunggaling Indah, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang hingga kini masih mengalami trauma. 

Pihak keluarga berharap ada pendampingan psikologis terhadap korban guna memulihkan rasa trauma paska tragedi Kanjuruhan.

Hal itu diutarakan oleh ibunda Devito, Dewi Nawang Wulan saat menghadiri agenda Jumat Curhat di pelataran kios Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (20/1/2023).

"Devito mengalami luka pada jari tangannya pada saat peristiwa tragedi Kanjuruhan. Kondisinya sampai dengan saat ini masih trauma," katanya.

Atas dasar itulah, Dewi berharap kepada pihak terkait termasuk Polres Malang untuk memberikan pendampingan psikologis. Salah satunya melalui agenda trauma healing yang sudah dilakukan oleh Polres Malang.

Dengan begitu, Dewi berharap rasa trauma yang dialami anaknya paska tragedi Kanjuruhan bisa pulih seperti sedia kala. "Saya meminta bantuannya Bapak Kapolres, barangkali ada tim trauma healing yang bisa datang ke rumah untuk mendampingi anak saya dari trauma akibat peristiwa Kanjuruhan," pintanya.

Menanggapi permintaan dari keluarga korban, Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana berjanji akan segera mengerahkan tim trauma healing untuk memberikan pendampingan psikologis terhadap keluarga maupun korban tragedi Kanjuruhan. Termasuk pendampingan terhadap Devito beserta keluarganya.

"Tim Trauma Healing dari Polres Malang akan segera datang ke rumah Devino dan membantu memulihkan rasa trauma yang dialaminya," ungkapnya.

Tidak hanya dari jajaran Polres Malang, lanjut Kholis, berbagai pihak terkait juga akan dilibatkan dalam penanganan tragedi Kanjuruhan. Baik itu meliputi pendampingan psikologis maupun penanganan kesehatan paska tragedi Kanjuruhan.

"Tentunya nanti bersama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dan TNI, Polres Malang akan terus berupaya melakukan penanganan dalam tragedi Kanjuruhan. Termasuk diantaranya dalam upaya pemulihan psikologis terhadap para keluarga korban," jelasnya.

Dilibatkannya unsur terkait termasuk Pemkab Malang tersebut, dijelaskan Kholis, selain untuk memberikan pendampingan psikologis juga bertujuan untuk memberikan jaminan pelayanan kesehatan. Yakni terhadap korban tragedi Kanjuruhan baik yang mengalami luka berat maupun luka ringan.

"Kami akan terus bergerak guna melakukan pendampingan dalam penanganan korban tragedi Kanjuruhan. Termasuk kepada korban yang mengalami luka maupun yang membutuhkan pendampingan dari Tim trauma healing. Jadi tidak hanya korban saja, tapi juga kepada keluarganya," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Malang berharap peran serta seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam mewujudkan Keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

"Polisi tidak bisa bekerja sendiri, oleh karena itu kami berharap adanya masukan dari seluruh elemen masyarakat agar kepolisian bisa terus berbenah dan memperbaiki diri," tutup anggota Polri dengan pangkat dua melati ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru