Malangtimes

Begini Tanggapan PDIP Soal Cak Nun yang Menyebut Jokowi Seperti Firaun

Jan 19, 2023 09:33
Ketua DPP PDIP Sa'id Abdullah. (Foto dari internet)
Ketua DPP PDIP Sa'id Abdullah. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun menyebut pemerintahan Presiden Joko Widodo menyerupai Raja Firaun. Pernyataan itu kemudian viral di media sosial. 

Ketua DPP PDIP Sa'id Abdullah lalu memberikan tanggapannya pada pernyataan itu. Said mengaku heran dengan pernyataan Cak Nun itu. 

Said kemudian mengatakan, seharusnya Cak Nun berada di posisi madeg mandito ratu atau menjadi penasihat raja, dan menjadi seorang guru bangsa.

Said lalu menduga pernyataan itu merupakan pesanan, yang mana hal itu menurut Said justru menjatuhkan harga diri Cak Nun.

"Orang sekelas beliau harusnya sudah mandek mandito ratu, memilih menjadi guru dan teladan bangsa. Sangat sayangkan, pernyataan Cak Nun justru kian merendahkan dirinya sendiri," ucap Sa'id, dikutip dari CNNIndonesia.com Kamis (19/1/2023).

Cak Nun sendiri merupakan sosok yang dikagumi oleh Said sejak dulu. Namun, dengan adanya pernyataan itu, menurut Sa'id Cak Nun telah berubah.

Said lalu mengatakan antara Firaun dan Jokowi tidak ada hal yang bisa disamakan. Sebab, menurut Said, Firaun mengumpulkan kekayaan untuk dirinya sendiri sementara Jokowi melakukannya untuk Indonesia, khususnya rakyat.

"Justru pada era saat ini Jokowi satu satunya Presiden yang dengan jujur mewakili negara meminta maaf atas kejahatan ham masa lalu dan berencana memulihkan hak hak korban," ucap Sa'id.

"Terlihat banyak perbedaan mendasar antara Jokowi dengan Firaun. Jadi sesungguhnya Cak Nun berbicara itu atas pesanan siapa?" tambahnya.

Sebelumnya, viral video Cak Nun yang menyebut Jokowi sebagai Firaun dan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan sebagai Haman. Di video itu, Cak Nun juga menyinggung soal Pilpres 2024 nanti. 

Video viral

"Hasil pemilu mencerminkan tingkat kedewasaan dan tidak rakyatnya. Betul tidak? Bahkan juga algoritma pemilu 2024. Kan, enggak mungkin menang, wis sa ono sing menang saiki," kata Cak Nun dalam potongan video tersebut.

"Karena Indonesia dikuasai oleh Firaun yang namanya Jokowi, oleh Qorun yang namanya Anthony Salim dan 10 naga. Terus Haman yang namanya Luhut," tambahnya.

Terkait viralnya video itu, Cak Nun sebelumnya sudah melakukan permintaan maaf. Permintaan maaf itu disampaikan Cak Nun melalui video yang ia unggah di channel YouTube CakNun.com, Selasa (17/1) malam.

Dikutip dari CNNIndonesia.com yang telah mendapatkan izin mengutip video tersebut, begini isi video permintaan maaf Cak Nun.

"Saya minta maaf kepada semua yang terciprat, menjadi tidak enak atau menjadi menderita, atau menjadi apapun oleh ucapan saya itu," kata Cak Nun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru