Malangtimes

Putri Candrawathi Dituntut 8 Tahun Penjara, Jauh Lebih Ringan dari Suaminya

Jan 18, 2023 13:40
Suasana pembacaan tuntutan Istri mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi (foto: YouTube Kompas TV)
Suasana pembacaan tuntutan Istri mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi (foto: YouTube Kompas TV)

JATIMTIMES - Sidang tuntutan istri mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi telah digelar pada Rabu (18/1). Putri dituntut 8 tahun penjara atas kasus pembunuhan berencana Brigadir Yosua Hutabarat. 

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana 8 tahun penjara," terang jaksa, melansir YouTube Kompas TV pada Rabu (18/1). 

Berdasarkan tuntutan yang dibacakan jaksa, Putri telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana secara bersama-sama kepada Brigadir Yosua. 

"Menuntut supaya majelis hakim Pengadilan Negeri Jaksel yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa Putri Candrawathi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana secara bersama-sama," kata jaksa. 

Menurut jaksa, ada beberapa hal yang memberatkan dan meringankan tuntutan pada Putri. Untuk yang memberatkan, perbuatan Putri menjadi penyebab hilangnya nyawa Yosua. Putri juga dinilai tidak menyesali perbuatannya. 

Sedangkan hal yang meringankan menurut jaksa, Putri sopan dan belum pernah dihukum.

Dalam pembacaan tuntutan itu juga disebutkan bahwa Putri Candrawathi dinilai terbukti dengan sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain sebagaimana dakwaan Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Pasal 340 berbunyi, “Barang siapa sengaja dan dengan rencana lebih dahulu merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama dua puluh tahun.” 

Selain Putri Candrawathi, empat orang lainnya didakwa melakukan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua. Mereka yakni Ferdy Sambo; istri Sambo, Putri Candrawathi; serta ajudan Sambo, Richard Eliezer atau Bharada E; Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf, ART Sambo. 

Sebelum Putri, jaksa juga sudah lebih dulu membacakan tuntutan terhadap tiga terdakwa lain, yakni:

1. Bripka Ricky Rizal dituntut 8 tahun penjara

2. Kuat Ma'ruf dituntut 8 tahun penjara

3. Ferdy Sambo dituntut penjara seumur hidup.

Berdasarkan dakwaan jaksa penuntut umum, pembunuhan itu dilatarbelakangi oleh pernyataan Putri yang mengaku telah dilecehkan oleh Yosua di rumah Sambo di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (7/7/2022).

Pengakuan yang belum diketahui kebenarannya itu kemudian membuat Sambo marah hingga menyusun strategi untuk membunuh Yosua. 

Disebutkan bahwa awalnya, Sambo menyuruh Ricky Rizal atau Bripka RR menembak Yosua. Namun, Ricky menolak sehingga Sambo beralih memerintahkan Richard Eliezer atau Bharada E untuk menembak Yosua. 

Bharada E menembak Brigadir Yosua sebanyak 2-3 kali di rumah dinas Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022).

Kemudian, Ferdy Sambo menembak kepala belakang Yosua hingga korban tewas. 

Lantas Eks Kadiv Propam Polri itu menembakkan pistol milik Yosua ke dinding-dinding rumah untuk menciptakan narasi tembak menembak antara Brigadir J dan Bharada E yang berujung pada tewasnya Yosua.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru