Malangtimes

Sidang Perdana Tragedi Kanjuruhan Digelar, Devi Athok: Ini Bukan Asusila yang Tak Boleh Diekspos

Jan 17, 2023 01:27
Keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, Devi Athok saat tertunduk merasakan ketidakadilan hukum (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, Devi Athok saat tertunduk merasakan ketidakadilan hukum (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Persidangan perdana kasus Tragedi Kanjuruhan yang dijalankan secara tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya telah digelar Senin (16/1/2023). Dalam hal ini, keluarga korban Tragedi Kanjuruhan menyesalkan atas jalannya persidangan.

Salah satu keluarga korban yang kehilangan dua anaknya dalam Tragedi Kanjuruhan, Devi Athok mengaku heran dengan proses hukum yang berjalan. Dia mempertanyakan keadilan bagi para korban Tragedi Kanjuruhan tampaknya akan sulit didapatkan.

“Kami tidak boleh datang, media tidak boleh mengekspos. Ada apa keadilan di negeri ini. Apa ini kasus asusila. Ini kan tragedi yang bukannya tidak boleh di ekspos,” ucap Devi Athok.

Sebelumnya, sejumlah keluarga korban Tragedi Kanjuruhan pernah memohon agar persidangan bisa disiarkan secara langsung di televisi. Hal itu agar bisa keluarga korban Tragedi Kanjuruhan dapat mengikuti jalannya persidangan meski tak hadir ke Surabaya.

“Kalau lihat dinamika yang ada, kami tidak boleh menghadiri, persidangan tertutup dan tidak boleh disiarkan media secara langsung. Ini kan pembodohan kepada masyarakat,” ungkap Devi.

Sebagai informasi, Devi Athok adalah satu-satunya keluarga korban Tragedi Kanjuruhan yang rela jasad kedua anaknya untuk dilakukan autopsi. Namun kini, Devi Athok mengaku belum bisa menaruh kepercayaan secara penuh atas penegakan hukum di Indonesia.

“Kami tidak boleh melihat langsung, masyarakat tidak bisa mengikuti dan pasal yang dikenakan hanya itu (pasal kelalaian). Kan ini saya jadi tidak percaya dengan hukum di Indonesia,” keluh Devi.

Saat ini, Devi Athok hanya bisa berharap agar majelis hakim PN Surabaya dapat menunjukkan hati nurani ketika memimpin persidangan. Karena hanya hal tersebut yang bisa diharapkan. “Kalau masih kurang adil, coba bertukar posisinya dengan saya sebagai ayah korban,” tukas Devi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru