Malangtimes

Libas Habis Ukraina, Putin Puji Pasukannya Setinggi Langit

Jan 16, 2023 18:54
Presiden Rusia Vladimir Vladimirovich Putin. (Foto dari internet)
Presiden Rusia Vladimir Vladimirovich Putin. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Rusia diklaim telah berhasil merebut kota penting di Ukraina. Selain itu, rudal yang dilemparkan Rusia telah berhasil menewaskan setidaknya 30 orang di sebuah gedung apartemen di kota Dnipro.

Atas pencapaian itu, Presiden Rusia Vladimir Vladimirovich Putin memuji pasukannya itu. Ia mengatakan pasukannya setinggi langit.

Pengambilalihan kota Soledar di timur Ukraina, sebuah pos pertambangan garam yang menampung 10.000 orang sebelum konflik, dielu-elukan sebagai keberhasilan besar oleh Moskow setelah berbulan-bulan mengalami kemunduran di medan perang.

"Ada dinamika positif, semuanya berkembang sesuai rencana," kata Putin, dalam wawancara yang disiarkan Minggu. 

"Saya harap para pejuang kami akan menyenangkan kami lebih dari sekali lagi," tuturnya, dilansir AFP, Senin (16/1/2023).

Perebutan pada Soledar yakni persimpangan transportasi terdekat di Bakhmut merupakan target utama Rusia sejak Oktober lalu. Pengambilalihan itu menjadi keuntungan besar bagi Moskov. 

Sementara, Ukraina membantah jika Rusia telah merebut daerah tersebut. Ukraina menyebut pertempuran sengit masih berlanjut di Soledar. 

Sementara, itu, Institut Studi Perang yang berbasis di AS mengatakan Ukraina tidak akan bisa bertahan dalam perang itu.

"Pasukan Ukraina sangat tidak mungkin untuk tetap memegang posisi di dalam pemukiman Soledar sendiri".

Lebih lanjut, mereka mengatakan kedua belah pihak telah mengakui kerugian besar dalam pertempuran untuk kota itu.

Kepala Wagner Group, kelompok tentara bayaran Rusia, Yevgeny Prigozhin, menegaskan pasukannya memelopori serangan itu. 

Kementerian pertahanan Rusia awalnya tidak menyebutkan Wagner ketika mengeklaim kemenangan. Namun akhirnya memuji "keberanian" pasukan Wagner di Soledar.

Pengakuan itu bersifat kontroversial setelah pembicaraan tentang pertikaian dan persaingan antara Wagner dan militer resmi.

Pada Sabtu malam, Prigozhin memuji tentara bayarannya dalam pukulan terselubung di komando tentara Rusia, yang telah dikritik karena koordinasi yang buruk dan terlalu jauh dari lapangan.

Lebih lanjut, Prigozhin mengaitkan kemenangan Wagner dengan sistem komando yang disempurnakan.

"Setiap orang dapat mengungkapkan pendapatnya," klaim Prigozhin, "tetapi setelah keputusan diambil, semua tugas terpenuhi. Disiplin kelompok kami yang paling ketatlah yang memberi kami kemungkinan ini."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru