Malangtimes

Spanduk Tolak Satu Arah Bertebaran di Kawasan Kayutangan Heritage

Jan 16, 2023 11:41
Salah satu spanduk tolak satu arah yang terpasang di simpang empat Kayutangan Heritage (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)
Salah satu spanduk tolak satu arah yang terpasang di simpang empat Kayutangan Heritage (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Spanduk penolakan one way atau satu arah bertebaran di Kawasan Kayutangan Heritage Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kota Malang. Hal itu untuk menolak rencana uji coba skema jalur satu arah yang akan dilakukan pada 23 Januari 2023.

Dari pantauan media ini, sejumlah spanduk terbentang di sudut simpang 4 Rajabali Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Jalan Semeru hingga Jalan Arjuno, Kota Malang.

“Batalkan Satu Arah...!!! Kami Warga Kayutangan, Kahuripan, Semeru, Arjuno Menolak Uji Coba Sistem Satu Arah,” bunyi tulisan spanduk yang terpasang di sudut Simpang 4 Rajabali, Jalan Jenderal Basuki Rachmat, Kota Malang.

Kemudian juga ada spanduk bertuliskan “Ojo Diterusno Yo Mas Dishub, Warga Masyarakat Wes Nolak Jalan Satu Arah,” bunyi tulisan pada spanduk yang terbentang di Jalan Semeru, Kota Malang.

Sementara itu, di Jalan Arjuno, Kota Malang juga terbentang spanduk penolakan yang berbunyi “Jalan Satu Arah Mematikan Ekonomi, Stop Satu Arah”.

Salah satu warga Jalan Semeru, Kota Malang, Irawan mengatakan bahwa skema satu arah bukan merupakan solusi. Karena menurutnya, saat ini jalur dua arah masih menimbulkan macet.

“Di Jalan Semeru tidak ada skema satu arah saja sudah macet, apalagi jika akan menjadi jalur alternatif atau pengalihan skema satu arah, tentu potensinya akan semakin macet,” kata Irawan.

Menurut Irawan, potensi kemacetan akan terjadi di Jalan Semeru dan Jalan Arjuno jika skema jalur satu arah tetap diterapkan. Sebab, di situ terdapat banyak pertokoan yang ramai pengunjung di Jalan Semeru dan bahkan terdapat sekolah di Jalan Arjuno.

Apa yang diungkapkan Irawan tersebut bukan tanpa alasan, dia menyebut bahwa telah mengetahui jalan-jalan tersebut akan menjadi jalur pengalihan skema jalur satu arah dari sosial media.

Irawan pun mengaku bahwa spanduk penolakan skema jalur satu arah telah terpasang sejak tiga hari lalu. Dan yang memasang adalah warga setempat.

“Warga menolak karena takutnya satu arah justru meningkatkan kecelakaan. Karena satu arah nanti kan kendaraan berkecepatan tinggi. Apalagi jembatan penyeberangan hanya satu dan jauh. Dulu di Betek kan ada penerapan satu arah justru banyak kecelakaan,” beber Irawan.

Irawan pun berharap kebijakan pemerintah mengedepankan kepentingan masyarakat. Karena ia tidak ingin penerapan jalur satu arah merugikan masyarakat.

“Gak masalah jika saling menguntungkan bagi semua pihak. Sebagai warga, kalau penerapan satu arah bisa tidak macet gak masalah. Karena di sini sering macet, apalagi kalau ada event, pasti macet. Warga sini banyak juru parkir dan pedagang,” tukas Irawan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru