Malangtimes

Fakta Penggerebekan Pabrik Liquid Vape Mengandung Sabu di Jabar

Jan 15, 2023 18:08
Penampakan rumah industri vape mengandung sabu di Jabar. (Foto dari internet)
Penampakan rumah industri vape mengandung sabu di Jabar. (Foto dari internet)

JATIMTIMES - Industri rumahan pembuatan likuid vape mengandung narkotika jenis sabu di kawasan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat digrebek oleh Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya bersama Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta.

Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan satu orang warga negara Indonesia (WNI) berinisial MR.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 385 botol liquid vape siap edar dengan sabu cair seberat 16 liter.

Hal itu disampaikan oleh Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa, di Jakarta Barat, Sabtu (14/1/2023).

"(Tersangka) WNI. Satu tersangka atas nama MR sudah kita amankan, dan kita akan kembangkan ke atas. Barang buktinya sebanyak 385 botol dengan berat kurang lebih 16 liter. Siap edar. Dan udah ada siap kirim juga," kata dia.

Lebih lanjut, Mukti Juharsa mengungkap bahan baku yang digunakan oleh industri vape rumahan itu berasal dari Iran.

"Jadi barang ini masuk dari Iran, China dan Hongkong. Jalurnya demikian. Dan sudah ada barang yang akan dikirim, namun belum sempat," ujarnya.

Kasus ini mulai terungkap karena adanya isu penyelundupan narkoba. Isu tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan kerjasama bersama Bea Cukai.

"Kami melakukan join investigasi dengan Bea Cukai yakni Pak Zaky, sebagai P2 (Penindakan dan Penyidikan) Bea Cukai," kata Mukti.

Polisi kemudian mengungkap, vape tersebut nantinya akan dijual secara online. Liquid ini akan dijual Rp 200 ribu per botol.

"(Akan dijual seharga) Rp 200 ribu. (Akan diedarkan di) Jakarta, Jabodetabek. Karena belinya juga via online," ujar Kombes Mukti.

Kasus ini menurut Mukti masih akan ditindaklanjuti. Tak hanya itu, Mukti juga mengatakan kasus serupa diindikasikan masih ada.

"Liquid ini adalah barang yang dijual bebas. Dia (pelaku) menggunakan akun telegramnya, untuk menjual ini. Makanya kami akan melakukan penyelidikan lebih dalam terhadap liquid-liquid yang dijual bebas melalui online, karena masih ada lagi yang terindikasi yang masih melakukan barang ini di luar. Melakukan mengolah sabu menjadi liquid ini," kata dia.

Pengguna vape mengandung sabu ini menurut Mukti akan merasakan efek seperti melayang jika mengkonsumsinya.

"Karena terindikasi masih banyak atau masih ada liquid-liquid yang dicampur sabu untuk diedarkan. Efeknya adalah fly. Seperti orang menggunakan sabu," tutur dia.

Sementara, menurut salah seorang warga bernama Zainal (43) mengatakan rumah itu baru tiga hari dihuni. Zainal mengatakan tidak terlalu mengetahui aktivitas tersangka.

"Dia baru 3 hari menempati kita nggak pernah tahu orangnya kayak gimana. Nggak tahu, nggak ada yang tahu orangnya kayak apa itu," kata Zainal saat ditemui di di kawasan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (15/1/2023).

"Nggak ada, sepi. Nggak ada aktivitas mungkin malam kali. Kaget iya kirain ada acara apa, karena biasa di sini ada acara," lanjut Zainal.

Lebih lanjut Zainal mengatakan rumah tersebut memang kerap dijadikan kontrakan dan sering berganti penghuni.

"Iya, jadi emang silih berganti sih ngontrak yang bulanan. Di sini emang banyak dikontrakkan, banyak rumah kosong tuh yang dikontrakin kadang dibuat kos," tutup Zainal.

Sementara itu, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Zaky Firmansyah, merincikan bahan baku narkoba didatangkan dari Iran, lalu masuk ke Hongkong dan akhirnya dikirim ke Indonesia. Zaky menuturkan berdasarkan kerja sama dengan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, kasus ini dapat diungkap.

"Untuk kali ini masuknya bahan baku dari Iran kemudian melipir dulu ke Hongkong baru masuk ke Indonesia. Tentunya dengan kerja sama sinergi yang cukup apik, kita bisa berhasil mengungkap jaringan narkotika dalam bentuk liquid vape yang mengandung narkotik," kata Zaky dalam waktu yang sama, Sabtu (14/1).

Zaky mengungkap bahan baku narkoba tersebut dikirimkan dalam waktu yang berdekatan. Proses pengiriman tersebut berlangsung dua kali, dengan pengiriman pertama seberat 8 kilogram dan yang kedua seberat 1 kilogram.

"Iya untuk periode berdekatan dalam waktu dua hari, pengiriman yang pertama 8 kilogram kemudian yang kedua 1 kilogram, dan hari Sabtu mulai ada Pengantaran ke lokasi TKP," katanya.

Untuk bahan vape tersebut menurut Zaky berbentuk silica gel. Silica gel diyakini sebagai bahan baku pembuatan narkotika.

"Bahan bakunya itu dalam bentuk silica gel, kamuflasenya seperti itu. Kemudian kita yakini bahwa silica gel ini sebagai bahan baku pembuatan narkotika," kata Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Zaky Firmansyah.

Atas adanya peristiwa ini, polisi mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati. Apalagi untuk para pengguna vape yang membeli secara online.

"Saya ataupun Polda Metro Jaya mengimbau berhati-hati ketika membeli liquid cair dalam bentuk vape, sehingga mungkin itu juga mengandung narkotika, apapun jenisnya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.

"Proses distribusi atau penjualannya ini melalui online yang seperti disampaikan, bahwasanya waspada," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru