Malangtimes

Berangkatkan Kirab Satu Abad NU, Wali Kota Sutiaji Ingin Jadi Momen Introspeksi Bersama

Jan 15, 2023 11:11
Wali Kota Malang Sutiaji saat memberangkatkan rombongan kirab Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) dari depan Masjid Agung Jami' Kota Malang, Minggu (15/1/2023). (Foto: Dok. JatimTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji saat memberangkatkan rombongan kirab Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) dari depan Masjid Agung Jami' Kota Malang, Minggu (15/1/2023). (Foto: Dok. JatimTIMES)

JATIMTIMES - Wali Kota Malang Sutiaji yang juga mustasyar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang memberangkatkan ratusan orang dalam rombongan kirab Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) dari depan Masjid Agung Jami' Kota Malang.

Prosesi pemberangkatan kirab Satu Abad NU ini diawali dengan lima unit rombongan mobil jip Willys. Masing-masing jip ditumpangi  Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Malang KH Isroqunnajah, Rais Syuriah PCNU Kota Malang KH Chamzawi, mustasyar PCNU Kota Malang Mochamad Anton, dan jajaran PCNU Kota Malang lainnya.

Kirab satu abad NU.

Setelah rombongan lima unit mobil jip Willys, kemudian disusul dua unit Bus Malang City Tour (Macito) berwarna biru tua dan hijau muda yang ditumpangi para jamaah kirab Satu Abad NU. Selanjutnya rombongan jamaah menggunakan sepeda motor dan mobil dengan panji-panji NU di masing-masing kendaraannya.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan,  kegiatan kirab Satu Abad NU ini dapat dijadikan momentum untuk bermuhasabah atau berintrospeksi diri untuk menjadi lebih baik lagi. Terlebih lagi satu abad atau 100 tahun bukanlah usia yang muda lagi untuk sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam terbesar di Indonesia maupun dunia.

"Momen satu abad ini momen setiap peringatan adalah untuk muhasabah, untuk berintrospeksi apakah eksistensi yang sudah 100 tahun ini sampai di mana dan ke depannya jauh lebih berat tantangannya," ujar Sutiaji kepada JatimTIMES.com, Minggu (15/1/2023).

Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang ini menjelaskan bahwa tantangan maupun musuh di dunia ketika NU didirikan sangat jelas. Salah satunya tindakan-tindakan imperialis Belanda terhadap rakyat Indonesia.

"Dulu musuhnya bisa dilihat. Tapi sekarang kan musuh kita nggak bisa dilihat. Jadi, ini (momen satu abad NU) untuk instrospeksi," ucap Sutiaji, yang juga alumnus UIN Maliki Malang (dulunya IAIN Malang).

Kirab satu abad NU.

Alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini menambahkan, Nahdlatul Ulama sejatinya memiliki pengertian pergerakan maupun kebangkitan para ulama.

"Ulama adalah al-ulama waratsatul anbiya. Maka sesungguhnya monumental sekali satu abad ini. Harapannya memang apa yang diinisiasi oleh ulama-ulama terdahulu itu bisa dilaksanakan," ungkap Sutiaji.

Terlebih lagi, satu abad NU ini dapat menjadi momentum penguatan diri maupun sebagai ormas Islam terbesar di dunia untuk terus berkhidmah kepada agama, nusa dan bangsa.

"Tetap berkhidmah kepada nusa bangsa negara dan dunia untuk kita menjadi khalifatul fil ardh," ujar Sutiaji.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Malang KH Isroqunnajah mengatakan, kirab yang digelar pada Minggu (15/1/2023) merupakan rangkaian kegiatan peringatan Satu Abad NU.

Rangkaian peringatan Satu Abad NU diawali dengan pemasangan bendera NU sejak tanggal 10 Januari sampai 10 Februari 2023 di Kantor PCNU Kota Malang, 120 ranting, serta lima Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kota Malang. Kemudian dilanjutkan kirab panji NU pada Minggu (15/1/2023) berkeliling Kota Malang.

"Kirab satu abad ini, dilaksanakan di internal NU. Kami memohon maaf kepada masyarakat. Hari ini akan kami kebut selama dua sampai tiga jam. Tanggal 29 di CFD dan resepsi puncak Satu Abad NU di Gelora Delta Sidoarjo dengan tema Merawat Jagat dan Membangun Peradaban," tutup KH Isroqunnajah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru