Malangtimes

Retribusi Pelayanan Pasar di Kabupaten Malang Ditarget Rp 22 Miliar

Jan 13, 2023 18:29
Ilustrasi kondisi Pasar Kepanjen.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Ilustrasi kondisi Pasar Kepanjen.(Foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus berupaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari berbagai sektor. Tidak terkecuali dari sektor retribusi, salah satunya retribusi pasar yang dinilai punya cukup potensi untuk ditingkatkan.

Hal tersebut terlihat dengan dinaikannya target retribusi pasar di tahun 2023 ini. Dimana berdasarkan catatan yang diterima media ini, target retribusi pasar naik menjadi Rp 22.384.983.678. Naik dari tahun 2022 lalu yang sebesar Rp 22.095.532.206.

"Targetnya tahun 2023 semakin mendekati Rp 23 miliar. Kalau tahun 2022 lalu targetnya Rp 22 miliar. Dari awalnya yang ditarget beberapa tahun sebelumnya itu hanya Rp 7 miliar. Tapi alhamdulillah, capaian kami tahun 2022 lalu sebesar Rp 8,5 niliar," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang Mahila Surya Dewi.

Kendati capaian tahun lalu masih jauh dari target, Mahila menilai bahwa setidaknya, capaian tahun lalu yang sebesar Rp 8,5 miliar sudah mengalami peningkatan. Untuk itu, di tahun 2023 ini dirinya optimis akan ada peningkatan pencapaian pada retribusi pasar.

Sementara itu berdasarkan data yang dihimpun media ini dari target retribusi pelayanan pasar yang sebesar Rp 22.384.983.678 di dalamnya terbagi menjadi 3. Yakni retribusi di bagian pelataran yang ditarget sebesar Rp 6.143.855.195, bagian los sebesar Rp 9.673.809.146 dan bagian kios sebesar Rp 6.567.319.337. 

Dengan target tersebut, Mahila mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan berbagai upaya agar pencapaiannya bisa meningkat. Sebab dirinya meyakini, saat ini kondisi pedagang-pedagang pasar tradisional cukup aman terkendali.

"Jadi kondisinya bisa dibilang cukup aman terkendali. Karena salah satunya memang tidak ada kenaikan (tarif) retribusi. Jadi kita optimalkan yang ada," imbuh Mahila.

Salah satu yang akan dilakukan adalah dengan menertibkan pedagang-pedagang yang memiliki kios di suatu pasar namun lama tak dioperasikan. Hal itu diupayakan agar kios yang sudah disediakan bagi pedagang di pasar, dapat kembali aktif seutuhnya.

"Kira-kira kalau sampai saat ini, ada sekitar 25 persen ya, kios itu tidak beroperasi. Bahkan ada beberapa dalam waktu yang cukup lama," kata Mahila. 

Dalam upaya tersebut, pihaknya berkolaborasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang.

"Kami berkolaborasi dengan Satpol PP, agar ada penegakan kedisiplinan. Hasilnya sementara ini ada satu atau dua yang akhirnya kembali membuka kiosnya untuk berdagang. Ada sekitar 25 persen yang tidak beroperasi, tentu itu jadi evaluasi bagi Disperindag," pungkas Mahila.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru