Malangtimes

Kawasan Songgoriti Masih Perbaikan, Perumda Jasa Yasa Jamin Sumbang Pendapatan Rp 400 Juta

Jan 10, 2023 18:58
Direktur Utama Perumda Jasa Yasa, Husnul Hakim Syadad.(foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).
Direktur Utama Perumda Jasa Yasa, Husnul Hakim Syadad.(foto: Riski Wijaya/MalangTIMES).

JATIMTIMES - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Jasa Yasa Kabupaten Malang berkeyakinan bahwa perbaikan yang saat ini dilakukan pada Kawasan Songgoriti akan berdampak pada peningkatan pendapatan. Saat ini, perbaikan Songgoriti juga telah berada pada pihak ketiga yang baru. 

Direktur Perumda Jasa Yasa Husnul Hakim Syadad mengatakan, MoU dengan pengembang yang baru sudah dilakukan sejak tahun 2021 lalu. Dan salah satu point yang tertuang dalam MoU tersebut adalah proses perbaikan ditarget rampung selama 5 tahun atau hingga 2026 mendatang. 

"Ini berarti kan sudah masuk tahun ketiga, pembangunannya sesuai MoU, akan dikerjakan selama lima tahun, itu sejak tahun 2021 lalu," ujar Husnul Selasa (10/1/2023). 

Meskipun perbaikannya ditarget rampung pada 2026 mendatang, berdasarkan MoU yang ada, Perumda Jasa Yasa sudah berhak menerima pendapatan pada tahun ketiga sejak MoU itu diteken. Tepatnya pada tahun 2023 ini. 

"Harapan kita memang ada kenaikan pendapatan. Di tahun ketiga ini, pendapatan yang kita terima berdasarkan MoU itu awalnya Rp 400 juta," jelas Husnul. 

Menurutnya, nilai tersebut akan berangsur meningkat jika nanti perbaikan sudah rampung seutuhnya. Dan kawasan Songgoriti sudah beroperasi secara penuh. 

Dimana dalam hal tersebut, pendapatan yang bakal diperoleh Perumda Jasa Yasa, akan mengikuti pergerakan wisatawan yang berkunjung ke kawasan Songgoriti. Namun dirinya tak dapat menjelaskan secara detil bagaimana perhitungan sharing pendapatan dengan pihak ketiga. 

Dirinya hanya memperkirakan, peningkatan pendapatan yang cukup signifikan akan didapat di tahun kesepuluh masa perjanjian MoU dengan pihak ketiga. Dan diyakini akan ada peningkatan yang cukup signifikan. 

"Harapan kami, per tahun bisa Rp 1 Miliar pendapatan yang kami terima. Itu kami perkirakan bisa didapat di tahun kesepuluh hingga ke tahun kelima belas. Kontraknya kan selama 20 tahun," terang Husnul. 

Sebagai informasi, dari pantauannya, setidaknya selama 5 tahun lebih kawasan Songgoriti terbilang tiarap dan tidak beroperasi maksimal. Untuk itu, dengan MoU baru itu dirinya berkeyakinan kawasan Songgoriti bisa kembali menjadi alternatif bagi wisatawan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru