Malangtimes

Lustrum XII, UB Terapkan Green Campus dan Green Entrepreneur Hingga Komitmen Tingkatkan Sarpras

Jan 05, 2023 18:04
Lustrum XII atau Dies Natalis ke 60, Universitas Brawijaya (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Lustrum XII atau Dies Natalis ke 60, Universitas Brawijaya (Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

JATIMTIMES - Lustrum XII atau Dies Natalis ke 60, Universitas Brawijaya terus berkomitmen melangkah maju dalam berbagai hal. Penerapan Green Campus dan Green Entrepreneurship serta upaya peningkatan sarana prasarana yang ada terus diupayakan.

Rektor Universitas Brawijaya, Prof Widodo mengatakan bahwa tahun 2023 menjadi starting point UB untuk melakukan pengembangan inovasi di bidang infrastruktur yang telah disiapkan. Diantaranya adalah kecepatan koneksi yang ada di Universitas Brawijaya akan terus diupgrade sampai 100 MBPS, adanya sarana super komputer hingga data center yang akan diintegrasikan dengan aktivitas yang ada di Universitas Brawijaya.

1

"Untuk trial pertama, koneksi atau pengembangan data base dari program mahasiswa membangun seribu desa di Jatim. Harapannya datanya akan terisi secara implemental sehingga akan menjadi basis data yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan manusia Indonesia dan pengembangan khususnya di Jatim," jelasnya dalam puncak kegiatan Lustrum XII di Samantha Krida (5/1/2023).

Sementara itu, menginjak pada usia ke 60 tahun, dikatakan Prof Widodo jika Universitas Brawijaya komitmen untuk meningkatkan catatan peringkat internasional. Saat ini, Universitas Brawijaya masih berada dalam peringkat 800 dunia. Untuk itu, berbagai upaya akan dilakukan guna terus mendorong kenaikan peringkat di level internasional.

"Target kita adalah bisa masuk 500 besar dunia dalam waktu 5 tahun kedepan," paparnya.

2

Sementara itu, mengenai penerapan Green Campus and Green Entrepreneurship, disampaikan Ketua Lustrum XII dan Dies Natalis ke-60 UB, Prof Dr Unti Ludigdo, pada puncak kegiatan, bahwa hal tersebut tak bisa sembarangan. 

Menjadi Green entrepreneur tidak hanya berorientasi pada profit, akan tetapi juga pada konteks lingkungan yang juga harus diperhatikan. 

"Banyak sekarang pengusaha yang orientasinya mengeruk keuntungan dengan mengeksploitasi bumi. Menjadi seorang green entrepreneur itu tidak boleh begitu, jadi harus memperhatikan konteks suistanabilitas dari bumi kita," paparnya.

Lebih lanjut, Green Entrepreneur inilah yang dikatakan Prof Unti ditanamkan kepada para alumni dengan karakterisasi sebagai entrepreneur dan harus memiliki jiwa tersebut. Setelah itu, baru kemudian para alumni dapat menjadi seorang pengusaha yang memiliki karakter bijak dan tetap memperhatikan konteks lingkungan.

"Keuntungan penting tapi kemanfaatan pada lingkungan itu jauh lebih penting. Itu spirit yang kita ingin kembangkan," pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru