Malangtimes

Wujudkan Smart Village, Pemkab Malang Canangkan Jaringan VoLTE di Tingkat Desa

Jan 04, 2023 19:48
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Malang Ricky Meinardhy. (Foto: Dokumen Jatim Times)
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Malang Ricky Meinardhy. (Foto: Dokumen Jatim Times)

JATIMTIMES - Di awal tahun 2023, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang telah bersiap untuk menggandeng sejumlah provider atau perusahaan penyedia jasa internet. Hal itu dilakukan untuk mewujudkan smart village berbasis digital di Kabupaten Malang.

"Guna merealisasikan program smart village, kami akan berusaha untuk memfasilitasi terutama untuk provider bisa masuk ke seluruh desa," kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Malang Ricky Meinardhy kepada Jatim Times.

Nantinya, lanjut Ricky, jaringan internet yang disediakan di seluruh desa di Kabupaten Malang tersebut, merupakan jaringan VoLTE alias 4G. "Tentunya kami akan meminta provider yang masuk khususnya melalui jaringan VO (VoLTE)," jelasnya.

Meski belum menjelaskan secara rinci terkait anggaran yang bakal digelontorkan, namun Ricky menyebut sebagian anggaran yang digunakan rencananya bersumber dari Dana Desa (DD). "Harapannya dari DD sendiri juga bisa digunakan," imbuhnya.

Sejauh ini, sudah ada beberapa provider yang masuk dalam daftar Pemkab Malang. Namun demikian, belum ada keputusan apakah provider yang dilibatkan harus diseragamkan atau disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

"Di Malang ini cukup banyak provider, mulai dari telkom kemudian ICON+ dan masih banyak lagi. Tapi kalau yang kita kenal diantaranya Indosat, Smart Fren itu banyak yang sudah dikenal. Tetapi provider yang masih mulai (merintis, red) itu juga sudah mulai banyak," urainya.

Dengan adanya realisasi ketersediaan jaringan internet, Ricky optimis langkah Pemkab Malang dalam mewujudkan smart village bakal segera terealisasi. Selain itu, upaya pemerintah untuk menggandeng pihak provider juga bertujuan untuk meratakan jaringan komunikasi di Kabupaten Malang. Khususnya jaringan internet.

Sebagaimana yang telah diberitakan, wilayah geografis Kabupaten Malang terbagi menjadi 378 desa. Meski tidak ada wilayah yang mengalami blank spot, namun data Diskominfo Kabupaten Malang menyebut sebagian desa masih mengalami kesusahan jaringan komunikasi.

Tercatat dari 378 desa, sekitar 100 desa diantaranya sebagian wilayahnya masih kesulitan mendapatkan jaringan komunikasi. Hal itu mengakibatkan masyarakat setempat harus rela mengganti kartu SIM card, guna menyesuaikan jaringan komunikasi yang tersedia di wilayah tempat tinggalnya.

Sekedar informasi, gagasan smart village sudah mulai digaungkan sejak akhir tahun 2022 lalu. Dalam pernyataannya, Bupati Malang HM Sanusi beserta Wakil Bupati (Wabup) Malang Didik Gatot Subroto, mengaku telah mendorong Pemerintah Desa (Pemdes) agar segera beralih ke pelayanan digital.

Atas dasar itulah, pada akhir bulan Desember 2022, Pemkab Malang melalui Diskominfo Kabupaten Malang bersama Jatim Times telah menyelenggarakan agenda Anugerah Desa Terbaik TIK. Agenda tersebut dilakukan sebagai upaya pemetaan awal dalam mewujudkan smart village di Kabupaten Malang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru