Malangtimes

Komitmen Kawal Tragedi Kanjuruhan, DPRD Kabupaten Malang akan Bersurat ke Presiden

Jan 03, 2023 17:42
Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi bersama Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana saat menemui keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.(Foto: Istimewa).
Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi bersama Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana saat menemui keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang memberikan respon yang cukup positif saat menerima audiensi dari keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Bahkan juga berkomitmen untuk bersama mendorong kasus yang menyebabkan 135 orang meninggal itu dapat diusut hingga tuntas. 

Menurut Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi, sebagai wakil rakyat pihaknya merasa memiliki komitmen yang sama dengan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Yakni berharap adanya keadilan atas peristiwa memilukan itu. 

"Kami (anggota DPRD Kabupaten Malang, red) akan ada di depan keluarga korban untuk bersama menuntaskan Tragedi Kanjuruhan. Kami dukung supaya diselesaikan secepatnya, sehingga keluarga korban bisa segera mendapatkan keadilan," ujar Darmadi.

Darmadi menegaskan, pihaknya siap untuk menampung dan menyampaikan apa yang menjadi harapan dan aspirasi keluarga korban. Bersama jajaran anggota dewan lain, dirinya akan berupaya semaksimal mungkin agar harapan keluarga korban supaya dapat difasilitasi. 

"Kami akan sampaikan apa yang menjadi keinginan dan harapan para keluarga korban. Karena ini adalah Kabupaten Malang yang kita cintai, sehingga ke depan Kabupaten Malang kondusif dan maju lebih baik," terang politisi PDI Perjuangan ini. 

Untuk itu, dalam waktu dekat DPRD Kabupaten Malang akan segera bersurat ke DPR-RI dan Presiden. Tujuannya, mendorong untuk segera dibentuk Pansus, sehingga Tragedi Kanjuruhan bisa segera terselesaikan sesuai harapan dan keinginan para keluarga korban. 

"Kami juga akan meminta Bupati Malang memperhatikan keluarga korban dengan cara memberi pendampingan untuk memulihkan kondisi psikis," imbuh Darmadi. 

Sementara Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana, mengatakan bahwa Forkopimda Kabupaten Malang selama ini terus berkomunikasi untuk membahas update Tragedi Kanjuruhan. Dan untuk kasus pembongkaran Stadion Kanjuruhan, Polres Malang sudah menetapkan dua orang tersangka. 

Di sisi lain terkait proses pidana Tragedi Kanjuruhan sendiri, sampai saat ini ada sebanyak 6 orang tersangka. Dan 5 orang diantaranya berkasnya sudah P21, untuk kemudian memasuki tahapan sidang. 

"Sementara satu tersangka berkasnya masih tahap melengkapi. Bukan dibebaskan, tetapi masa tahanannya yang habis dan ia diwajibkan lapor. Selain itu, 20 personel Polri sudah dinonaktifkan dan siap menjalani kode etik," ujarnya. 

Lalu untuk laporan model B di Polres Malang, saat ini sedang tahap menggali keterangan para saksi. Setelah saksi dari pelapor, akan dilanjutkan dengan pemeriksaan dari saksi ahli. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru