Malangtimes

Optimalisasi Usaha Ekonomi Kreatif "Bengkel Batik", Tim Dosen Unisma Gelar Pelatihan dan Workshop

Dec 24, 2022 14:52
Workshop mengangkat model penguatan usaha ekonomi kreatif "Bengkel Batik" (Ist)
Workshop mengangkat model penguatan usaha ekonomi kreatif "Bengkel Batik" (Ist)

JATIMTIMES - Program Insentif Pengabdian Masyarakat yang Terintergrasi dengan MBKM berbasis Indikator Kinerja Utama (IKU) bagi PTS Tahun 2022 telah berhasil didapatkan oleh Universitas Islam Malang (Unisma) dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi beserta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada penghujung tahun 2022.

Mengangkat model penguatan usaha ekonomi kreatif "Bengkel Batik" untuk meningkatkan kemandirian masyarakat, tim pelaksana berfokus pada penguatan usaha melalui penyediaan alat, pemasaran melalui media sosial dan managemen keuangan digital.

Tim pelaksana dalam penguatan usaha ekonomi kreatif Bengkel Batik Kedungkandang merupakan Dosen Unisma yakni DrnSama' Iradat Tito MSi sebagai ketua dan beranggotakan M Fahrudin AndriyansyahbAmd SH MH dan Dr Zuhkhriyan Zakaria SPd MPd.

2

Ketua tim pelaksana yang juga merupakan Ketua Inkubator Bisnis Unisma Dr Sama’ Iradat Tito MSi menyampaikan,  tujuan dari kegiatan ini yakni membentuk dan mengembangkan kelompok usaha yang peka dan tanggap terhadap dunia digital. Hal ini tentu bermuara pada penguatan usaha dengan meningkatkan soft skill dan hard skill khususnya bidang keuangan dan pemasaran.

Adapun narasumber untuk materi managemen keuangan digital berasal dari kalangan profesional, Dr Rini Agustian MKom. Sedangkan, untuk materi pemasaran melalui media sosial, tim pengabdian menggandeng narasumber dari perusahaan yang bergerak pada konsultan marketing, yakni Bai Aturohani dan Lintang Januari.

Dr Rini Agustina, MKom menjelaskan tentang bagaimana cara managemen keuangan digital melalui sebuah aplikasi LAMIKRO. Aplikasi ini dirancang fleksibel dengan berbagai pilihan berbasis pengguna sehingga mempermudah pelaporan usaha untuk kebutuhan internal maupun eksternal. 

"LAMIKRO telah dirancang sebagai aplikasi laporan keuangan sederhana untuk usaha mikro sehingga cukup baik untuk menggantikan pencataan manual," jelasnya.

3

Lebih lanjut, melalui aplikasi ini, pelaku usaha mikro dapat menghitung arus kas, belanja, pendapatan dan laba dengan mudah. Terlebih, aplikasi ini telah memenuhi standar akutansi Entitas Mikro Kecil dan Menengah yang dikeluarkan oleh Ikatan Akutansi Indonesia. 

"Dengan begitu, aplikasi ini semakin memudahkan pelaku usaha mikro dalam pembuatan laporan keuangan sesuai dengan standar akutansi Entitas Mikro Kecil dan Menengah," jelasnya.

Dalam pelatihan juga diisi dengan Workshop terkait pemasaran melalui media sosial yang disampaikan oleh Bai Aturohani dan Lintang Januari. Dijelaskannya, jika era kini, peran media sosial di era digital sangat membantu pelaku usaha dalam melakukan pemasaran produk dengan jangkauan yang sangat luas. 

Menurutnya, dalam pemanfaatan media sosial adalah bagaimana membuat konten yang menarik dengan fitur yang ada pada media sosial. Seperti halnya Instagram, TikTok, Facebook dan yang lainnya. 

Seperti halnya Instagram, melalui fitur reels dapat memudahkan promosi yang dapat menjangkau banyak orang. Kemudian, seperti halnya Facebook, juga terdapat marketplace yang dapat dimanfaatkan penggunaan dalam pemasaran. 

Selain itu, dalam pemanfaatan media sosial, juga perlu untuk mendiskripsikan produk secara jelas, termasuk juga dalam pembuatan konten agar dapat membuat video viral. 

Sebelum melakukan pemasaran, terdapat platform yang dapat mewadahi informasi penting dan lengkap terkait suatu usaha yakni Google My Bussines yang memudahkan banyak orang untuk mengakses informasi terkait usaha ekonomi kreatif "Batik Bengkel" melalui pencarian di Google. 

Sementara itu, Yuharsita SPsi MM pemilik “Batik Bengkel” menyampaikan, jika selama ini memiliki kelemahan terkait administrasi usaha. Hal ini karena, dalam menjalankan usahanya tidak disiplin dalam mencatat transaksi yang terjadi. Akibatnya, pihaknya tidak mengetahui berapa keuntungan dan kerugian yang diperoleh.

"Dengan adanya pelatihan ini, sangat membantu menambah wawasan kami terkait managemen keuangan dan digital marketing," jelasnya.

Sementara itu, adapun output/luaran dari terlaksananya program penguatan usaha ekonomi kreatif "Batik Bengkel", yakni informasi terkait bengkel batik sudah dapat ditemukan  dengan mudah di Google. Selain itu, kini pelaku usaha Batik Bengkel dapat melakukan managemen keuangan digital serta mendapat arahan yang lebih baik dalam branding atau pemasaran usaha melalui media sosial.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik

Berita Lainnya

Berita

Terbaru